Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Liku-liku Krematorium di Bali(4): Serap Pekerja, 38 Banjar Adat Kecipratan Untung

Juliadi Radar Bali • Senin, 18 September 2023 | 03:05 WIB
SARANA: Petugas di Krematorium Santha Graha Tunon Desa Adat Bedha di Pantai Pangkung Tibah menyiapkan banten untuk keperluan ngaben.(juliadi/radar bali)
SARANA: Petugas di Krematorium Santha Graha Tunon Desa Adat Bedha di Pantai Pangkung Tibah menyiapkan banten untuk keperluan ngaben.(juliadi/radar bali)

Keberadaan krematorium di Bali bertambahnya banyak dan mendapat sambutan hangat. Salah satunya Krematorium Santha Graha Tunon Desa Adat Bedha yang berlokasi di Jalan Segara Pantai Pangkung Tibah, Kediri. Kemudian lokasi sekretariat berada di Jalan Kebo Iwo, Banjar Langudu, Desa Pangkung Tibah.

DALAM keterangannya Bendesa Adat Bedha Tabanan I Nyoman Surata mengatakan bahwa krematorium yang berdiri tiga tahun berawal dari keinginan untuk melayani krama di 38 banjar adat Bedha.

Karena banyak dari krama yang melakukan krematorium keluar Tabanan. Juga ada yang harus menunggu prosesi pengabenan ketika terbentur upacara besar di desa. Seperti ngenteg linggih.

“Maka itulah yang menjadi awal kemunculan dari Krematorium Santha Graha Tunon Desa Adat Bedha. Intinya ingin mengakomodir krama desa yang ada di 38 banjar adat untuk proses krematorium,” ujar pensiunan dosen Unud itu, didampingi prajuru desa adat, Jumat (15/9/2023).

Mengenai proses pembangunan bersumber dari dana LPD Desa Adat Bedha sekitar Rp 6,5 miliar. “Peminjaman dana di LPD Desa Adat Bedha masih berlangsung proses angsurannya. Dengan angsuran dibayarkan oleh krematorium,” bebernya.    

Khusus krama Bedha, bebas biaya penjemputan layon dan mendapat diskon ngaben. “Setiap banjar adat diberikan uang pah-pahan (keuntungan, Red) sebesar Rp 30 juta per tahun hasil dari krematorium ini,” bebernya.

Tidak hanya itu keberadaan krematorium ini ternyata mampu membuka lapangan pekerja bagi krama desa. Dengan dibuktikan ada sekitar 80 orang tenaga kerja diserap oleh krematorium ini.

“Belum ditambah lagi banten-banten upakara sebagaian besar bahannya berasal warga kami,” sebutnya.

Di Jembrana, Dibangun Melalui BKK Provinsi

Di Kabupaten Jembrana, pembangunan Krematorium Bahagia di atas lahan seluas 5 hektare bersumber dari BKK Provinsi Bali menelan anggaran Rp 8,7 miliar pada 2022 lalu. Diresmikan oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba pada 14 Desember 2022 dan dioperasikan pada 26 Januari 2023, krematorium berada di Setra Segara Kerthi Desa Adat Pekutatan.

“Kami disini melayani upakara manusa yadnya atiwatiwa pengabenan mulai dari upakara ngelangkir, ngelungah, ngaben, lan ngeroros, nyekah, mukur lengkap sampai meajar ajar,” ungkap Ida Bagus Loko Wisrawan, pengelola krematorium Bahagia Jembrana.

Upakara pengabenan runtutan mulai acaranya dari ngulapin hingga perabuan ke laut. Upacara dilaksanakan berdasarkan Lontar Yama Purwana Tatwa. “Banten yang kami haturkan gunakan ada tiga tingkatan yaitu Nista, Madya, Utama,” ujarnya.

Sebagai tempat pembakaran jenazah, diolah menggunakan mesin. “Pembakaran jenazah dilakukan di dalam tungku dan berbahan bakar gas,” ungkapnya.

Selama ini, yang melakukan upacara di krematorium semua kalangan dan seluruh lapisan masyarakat Hindu dan non Hindu. “Tujuan awal krematorium ini, bisa membantu warga masyarakat untuk bisa melaksanakan prosesi ngaben lebih praktis dan hemat tapi manut, patut lan puput (sesuai, benar dan selesai),” tandasnya. (juliadi/m. basir/editor : ib indra prasetia)

 

Editor : Hari Puspita
#kremasi #pengabenan #Krematorium