Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sisi Lain Internet Gratis Ruang Publik di Bali(1): Banyak Tak Berfungsi, Jangan Asal Buka Aplikasi

Miftahuddin M.Halim • Minggu, 1 Oktober 2023 | 20:05 WIB

 

HEMAT KUOTA: Dua remaja memanfaatkan Wi-Fi gratis di Taman Lumintang Selatan (Skatepark). Di lokasi ini Wi-Fi bisa diakses.(miftahuddin m.halim)
HEMAT KUOTA: Dua remaja memanfaatkan Wi-Fi gratis di Taman Lumintang Selatan (Skatepark). Di lokasi ini Wi-Fi bisa diakses.(miftahuddin m.halim)
Sejak diluncurkan Pemprov Bali awal 2019, internet gratis program Bali Smart Island (BSI) telah terpasang di banyak ruang publik. Sayang, dari penelusuran di lapangan, tidak semua jaringan internet berfungsi dengan baik. 

MEMANFAATKAN wireless networking (Wi-Fi), internet gratis yang ditempatkan di ruang publik atau tempat umum itu tidak memiliki password atau kata sandi khusus. Penelusuran wartawan Jawa Pos Radar Bali di lapangan, Wi-Fi gratis yang terpasang tidak semuanya lancar digunakan. Seperti  di Youth Park Lumintang. “Wi-Fi-nya sudah lama tidak berfungsi,” ujar salah seorang juru parkir kepada wartawan koran ini.

Setali tiga uang, tiga anak SMP yang sedang duduk-duduk di Youth Park juga tidak bisa mengakses internet gratis. Mereka mencoba menyambungkan ponsel ke jaringan Wi-Fi, tapi gagal alias tidak terkoneksi.

Hal itu juga dialami warga lain yang sedang rehat di Youth Park. “Nggak nyambung,” ucap salah seorang warga.

Jika di Youth Park tidak berfungsi, di area Skate Park yang tidak jauh dari Taman Kota Lumintang, akses internetnya lancar.  Empat remaja yang sedang main skateboard mengaku bisa mengakses internet. Internet terkoneksi baik juga terpantau di Taman Janggan, Renon, dan puskesmas pembantu di Sumerta Kelod.

Data yang didapat koran ini, internet gratis di Kota Denpasar sudah terpasang 75 titik. Sebelumnya dari 2018 hingga 2022 terpasang  54 titik, dan tahun ini ada penambahan 21 titik. 

Berdasar data Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfos) Kota Denpasar, lokasi penempatan Wi-Fi  tersebar di 35 desa pakraman yang terpasang di wantilan, puskesmas, dan fasilitas umum lainnya.

Anggaran penyediaan internet berasal dari dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemprov Bali. Pada tahap awal 2018, Denpasar mendapat anggaran Rp 305,9 juta. Pada 2023 perolehan dana meningkat menjadi Rp 548,9 juta.

Kepala Diskominfos Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Merta mengatakan, anggaran paling banyak tersedot untuk sewa internet. Sementara alokasi anggaran tim monev tidak besar. Tujuan Wi-Fi gratis ini untuk meningkatkan pariwisata dan membantu pelaku UMKM, termasuk E-commerce.

“Sementara untuk  pendidikan, pelajar bisa mengakses pengetahuan dengan gratis. Ada kelompok yang  kurang mampu beli kuota bisa memakai wifi gratis  ini,” tuturnya.  

Penyediaan Wi-Fi tidak rumit, hanya membutuhkan listrik dan lokasi yang terjangkau. Selama ini memang ada kendala dalam pemasangan, terutama di wantilan. Petugas dilema meletakkan alatnya karena rawan dicuri. Sementara untuk pengawasan dilakukan oleh tim terdiri dari Diskominfos, penyedia jasa internet, dan pengelola tempat.

Ia tak menampik masih banyak keluhan pelayanan internet gratis yang lemot dan tidak bisa dipakai. Menurut Gus Adhi yang didampingi Kabid Pengelolaan Informasi Publik (PIP) Diskominfos Kota Denpasar, I Ketut Agus Indra Diatmika, kecepatan tergantung jumlah pemakai, spesifikasi perangkat, dan aktivitasnya.

 

Internet gratis paling banyak digunakan di area publik seperti Lapangan Puputan Badung dan Pasar Badung. “Kadang orang tidak begitu tahu teknis (pemakaian). Kadang-kadang dianggap tidak bisa dipakai. Sinyal juga dipengaruhi tempat, seperti Pasar Badung terhalang tembok,” paparnya.

Sayangnya, tidak ada data berapa jumlah yang memanfaatkan Wi-Fi publik. “Kami tidak tahu pengguna sehari berapa karena tidak bisa dideteksi keseluruahn. Juga, tidak ada penelitian khusus,” katanya

Meski sudah ada tim monev melakukan  pengawasan terhadap tindak kejahatan, Diskominfos mengimbau masyarakat yang mengakses wifi gratis selalu waspada. Salah satunya tidak melakukan aktivitas sensitif  seperti membuka mobile banking.   

“Sepanjang layanan, keamanan dipantau pengelola di lokasi. Penyedia menyediakan DVO (Dashboard Venue Owner) untuk memonitor Wi-Fi aktif atau tidak. Kami sudah buat whatsApp group  isi pengelola bisa menyampaikan terkait permasalahan gangguan di titik lokasi,” tuturnya.

Di lain sisi, Kepala Diskominfo Gianyar, Anak Agung Gede Raka Suryadiputra mengatakan, program internet gratis sudah terpasang di ratusan titik. “Jumlah titik layanan Wi-Fi gratis BSI tahun ini di Gianyar sebanyak 379 titik,” ujarnya.

Terkait pendanaan, berdasar SK Gubernunr Bali Nomor 12/03-E/HK/2023, anggaran kegiatan layanan Wi-Fi gratis sebesar Rp 2,7 miliar. Anggaran itu sudah termasuk penyediaan internet, perangkat Wi-Fi, dan pemeliharaan rutin.

Seperti di kabupaten/kota di Bali lainnya, untuk bisa mengakses Wi-Fi gratis  tidak ada password khusus. Pengguna hanya perlu melewati halaman sela awal yang berisi informasi layanan Wi-Fi gratis. “Fasilitas layanan halaman awal atau halaman sela muncul setelah periode waktu tertentu,” terangnya.

Sesuai juknis, kapasitas internet gratis ini 30 Mbps. Sementara untuk pengawasan dilakukan oleh penanggung jawab penerima bantuan Wi-Fi gratis beserta masyarakat sekitar. Dari Diskominfo juga secara rutin melakukan pengecekan keliling. Setiap ada gangguan sudah bisa langsung dilaporkan pada WA  group penerima bantuan Wi-Fi gratis. “Sejauh ini belum ada yang terbengkalai atau yang sengaja dirusak,” tegasnya. (ni kadek novi febriani/miftahuddin  m. halim/marsellus pampur/editor:sandijaya maulana)  

Editor : Hari Puspita
#wifi gratis #ruang publik