KEPALA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem, Wayan Sutrisna yang diwawancarai terpisah mengatakan, sebagian besar sekolah di Karangasem terutama di daerah perkotaan sudah terpasang internet.
Namun, di luar perkotaan masih ada sekolah yang belum bisa mengakses internet.
“Beberapa sekolah berada di titik blank spot. Misalnya di daerah Besakih dan Kubu yang berada di lereng Gunung Agung,” ujar Sutrisna, Selasa (12/9/2023).
Sementara untuk perangkat komputer, sekolah mendapat bantuan pemerintah pusat maupun dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Bagi sekolah yang belum memiliki jaringan internet, para guru menyiasatinya dengan cara meminjam komputer di sekolah lain.
Sutrisna menegaskan, jaringan internet memiliki peran vital untuk dunia pendidikan. Terlebih kurikulum merdeka yang sebagian materinya bisa diperoleh dengan cara mengunduh dari internet.
Selain itu, kegiatan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tingkat SMP juga digelar secara daring.
Dengan adanya Peta Jalan Indonesia Digital, Sutrisna berharap akses internet bisa menyentuh sekolah terpencil di Karangasem.
“Kami para guru ini kalau mengurus administrasi juga perlu internet. Kami berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah bisa meratakan akses internet, terutama pada satuan pendidikan di daerah dalam,” tandasnya. (m. sandijaya)
Editor : Hari Puspita