Tidak mudah memulai inovasi digitalisasi desa. Langkah pertama yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas SDM pegawai.
SEMUA harus dilakukan bertahap. Setelah SDM memadai, Perbekel Desa Punggul, I Kadek Sukarma, baru membuat website. Yang menarik, ia merekrut ahli IT, programmer, dan staf perencanaan asli Desa Punggul.
Fitur layanan pertama yang dibuat adalah Si Gadis (sistem informasi geografis dan informasi desa terintegrasi). Sistem ini memuat seluruh informasi dan layanan di Desa Punggul secara riil time.
Misalnya jumlah penduduk hingga penggunaan APBDes. Fitur ini tentu memudahkan para pihak, termasuk petugas KPU yang membutuhkan data valid untuk pemilu.
Sukses dengan Si Gadis, Sukarma mengembangkan Si Adek (sistem adminitrasi desa dan kelurahan). Si Adek ini terintegrasi dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) milik Disdukcapil Badung.
Si Adek ini menampung semua blangko pelayanan. “Misalnya mau mengurus surat keterangan usaha, cukup mengisi NIK lewat ponsel. Setelah itu semua kolom otomatis terisi,” beber mantan Ketua BPD Punggul itu.
Layanan lain adalah Klik Tanahku. Fitur ini memudahkan warga mengetahui tanahnya apakah sudah memiliki Nomor Identifikasi Bidang Tanah (NIB). Dengan fitur ini, warga tinggal klik tanpa perlu jauh datang ke kantor BPN. Begitu juga mengurus KTP atau KK, warga tidak perlu meninggalkan pekerjaan karena bisa mencetak dari desa. “Yang penting operator SIAK Disdukcapil ready, KTP dan KK bisa cetak di desa,” jelasnya.
Karena semua layanan sudah terintegrasi, maka tidak ada antrean di kantor desa. Sebelum datang ke kantor, warga sudah mengisi blangko lewat ponsel.
Ketika sampai di kantor desa tinggal print dan tanda tangan. “Moto kami adalah salam 5 menit, pelayanan selesai sebelum 5 menit,” tegasnya.
Seiring perjalanan waktu, saat ini Desa Punggul memiliki 15 fitur pelayanan yang bisa diakses siapapun. Ia menyatakan siap menyambut PJID Kominfo untuk mewujudkan Indonesia digital.
Ia juga membuka pintu lebar jika programnya diadopsi. Hingga September 2023, ada 4.762 kepala desa se-Indonesia belajar ke Desa Punggul. [editor: maulana sandijaya/selesai]
Editor : Hari Puspita