Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ketika Demam Simbar Menggeliat di Bali (1):Local Pride, Makin Diburu Penggemar

Made Dwija Putera • Minggu, 29 Oktober 2023 | 23:00 WIB
JUMBO: I Ketut Santika pemilik Platynesia menunjukkan Platycerium jenis Wandae yang super jumbo dan sempat viral di media sosial. (foto: i ketut santika untuk radar bali)
JUMBO: I Ketut Santika pemilik Platynesia menunjukkan Platycerium jenis Wandae yang super jumbo dan sempat viral di media sosial. (foto: i ketut santika untuk radar bali)

Usai booming tanaman aroid, giliran platycerium (paku tanduk rusa) yang dikenal dengan simbar sedang naik daun di Bali dan juga tanah air. Para penghobi pun dari lintas generasi mulai dari anak-anak hingga orang tua.

BERAPA kali digelar pameran tanaman paku tanduk rusa ini di Bali. Jenis platycerium Bali juga banyak digandrungi di luar negeri. Harganya sangat bervariasi tergantung jenisnya, besar kecilnya, dan juga performance dari tanaman itu.

Konseptor Platycerium di Bali Ida Bagus Agung Brahmadiguna menyatakan yang terkenal di Bali itu Platycerium Willinckii.

Saat ini banyak yang bertani karena ada potensi  untuk diekspor. Ia mengenal platycerium dari kecil karena ibunya suka berkebun.

Mendalami kembali sekitar empat tahun lalu karena membangun kebun di daerah Tabanan. Ia memiliki kebun khusus untuk platycerium di Tabanan. Kalau di Bali tren sejak dua tahun lalu dan tahun 2023 ini kemungkinan menjadi puncaknya. “Karena Bali menjadi pelopor Platy Contest Indonesia dan kontes platy pertama kali di Indonesia ada dua tahun lalu di Pica Fest,” terangnya.

 Karena Bali menjadi pelopor, Bali sudah memiliki dua juri nasional dari Bali untuk kontes atau kompetisi platycerium. Gus Agung mengaku perannya lebih pada mengemas dengan teman-teman lain. “Kami namakan diri komunitas berbasis hobi dan bisnis Pop Plant Market di Bali. Baik platy, aroid dan anggrek atau tanaman hias lainnya,” ujarnya. 

Hal mengejutkan, platy dari Bali juga telah mendunia hingga ke Jepang, Taiwan dan Thailand menamakan Simbar Bali dengan “Wild Bali Platycerium”. Platycerium dari Bali terkenal memiliki seribu wajah. Karena karakter di tiap daerah berbeda-beda.

Seperti di Sanur, Singaraja dan Tabanan. Sehingga ada yang menamai tanaman seribu wajah. “Dari hasil persilangan dari ahli tanaman di Taiwan, Thailand, Jepang. Hasil persilangan Platycerium Willinckii Bali dikawinkan dengan jenis lain hasilnya sangat bagus. Willinckii Bali jadi dasar pokok. Menjadi basic yang menghasilkan tanaman baru dengan kualitas yang bagus,” imbuhnya.  (ni kadek novi febriani/marcelus pampur/editor: made dwija putra)

 

Editor : Hari Puspita
#paku tanduk rusa #penghobi tanaman