Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bisnis Percetakan dan Advertising di Tahun Politik (4): Dari Sekadar Cetak hingga Sekalian Memasang

Muhammad Basir • Senin, 27 November 2023 | 01:05 WIB
UNTUNG: I  Komang Sudiana, pemilik Komindo Printing, salah satu perusahan percetakan di Kecamatan Negara. (m.basir/radar bali)
UNTUNG: I Komang Sudiana, pemilik Komindo Printing, salah satu perusahan percetakan di Kecamatan Negara. (m.basir/radar bali)

Saat pesta demokrasi lima tahunan, pengusaha percetakan ketiban untung besar. Pesanan pembuatan alat peraga kampanye berupa baliho, spanduk, kaus dan segala jenis alat pengenal diri calon, membeludak sejak beberapa bulan terakhir. Perputaran uangnya fantastis, mencapai miliaran rupiah.

PEMILU serentak 2024 ini memang sudah banyak pesanan dari partai politik dan calon legislatif. “Pemilu legislatif dan presiden ini yang kedua, sejak berdiri lima tahun lalu,” ujar I Komang Sudiana, pemilik Komindo Printing, salah satu perusahaan percetakan di Kecamatan Negara,Jembrana.

Pada musim politik, peningkatan pesanan drastis dari caleg dan partai politik. Tetapi untuk tahun ini sementara belum seramai lima tahun lalu. “Mungkin karena belum mulai masa kampanye,” ungkapnya.

Sejauh ini, baru separuh dari 18 partai politik peserta pemilu yang sudah memesan dibuatkan alat peraga. Selain dari peserta dan caleg, juga mendapat tambahan dari pesanan Penyelengara, yakni KPU Jembrana untuk pembuatan kartu identitas penyelenggara, buku dan peralatan lain yang dibutuhkan seperti alat tulis. “Kalau nggak musim pemilu, garap yang umum saja. Tapi kalau musim pemilu, lebih banyak terkait pemilu,” ungkapnya.

Selain cetak, pihaknya juga memberikan jasa pemasangan di lokasi yang diminta pemesan. Namun dengan harga yang berbeda. Karena harus menyiapkan bahan untuk pemasangan seperti kayu. “Kalau timnya calon sudah siap memasang sendiri, kita cukup cetaknya saja,” ungkapnya.

Dengan jumlah pesanan pembuatan alat peraga oleh calon, setiap calon untuk pembuatan alat peraga dan kaus, diperkirakan mencapai ratusan juta. Paling sedikit seratus juta, bahkan bisa lebih besar jika untuk tingkat provinsi karena jumlah yang akan dipasang lebih banyak.

Dengan estimasi setiap calon anggota DPRD Jembrana sekitar Rp 100 juta, dikalikan jumlah calon sebanyak 363 orang, maka sekitar Rp 3 miliar untuk pembuatan alat peraga. “Belum untuk kegiatan lain, ratusan juta bisa habis untuk kampanye. Tetapi mungkin ada juga calon yang tidak mengeluarkan modal banyak,” tandasnya.

Senada diungkapkan Wayan Wasa, salah satu pengusaha jasa pembuatan reklame di Jembrana, biaya pembuatan dan pemasangan alat peraga kampanye setiap calon berbeda, tergantung tingkatan yang diikuti calon.

Untuk calon anggota DPRD Kabupaten lebih kecil karena hanya mencakup daerah pemilihan yang hanya satu kecamatan. Sedangkan calon anggota DPRD Provinsi dan pusat, karena seluruh kabupaten maka nilainya lebih besar, untuk pembuatan reklame. “Setiap calon bisa Puluhan sampai ratusan juta, tergantung tingkatan yang diikuti,” tegasnya. (m. basir/dewa ayu pitri arisantu/dra)

Editor : Hari Puspita
#apk #pemilu 2024 #kampanye #baliho