Polda Bali juga mengerahkan tim siber untuk berpatroli 24 jam untuk menangkal berita hoaks, kampanye hitam hingga ujaran kebencian di media sosial (mendos). Berikut petikan wawancara Jawa Pos Radar Bali bersama Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan selaku Kabid Humas Polda Bali dan juga Kasatgas Humas Operasi Mantap Brata Agung 2024.
Apa persiapan Polda Bali dalam pengamanan pesta demokrasi tahun 2024?
Jelang Pemilu 2024, sejumlah persiapan mulai dilakukan seperti menggelar Anev Situasi Kamtibmas Terkini dan Anev Posko Presisi. Ada juga simulasi antisipasi keributan. Selain itu menyiapkan personel di setiap tahapan pemilu, juga saat ini tengah memetakan daerah rawan konflik politik. Kami telah menyiapkan ribuan personel kepolisian dan juga akan bekerja sama dengan TNI dan pecalang.
Bagaimana pola pengawasannya?
Bali yang tergabung dalam Satgas II Preventif pada Operasi Mantap Brata Agung 2023 melaksanakan patroli pengawasan dan pengamanan gedung. Baik, gedung KPU, Bawaslu, tempat penyimpanan kotak suara, hingga kantor percetakan Logistik, seperti di PT. Temprina.
Personel jaga siap-siap alias silih berganti, 4 hingga 5 orang setiap regu. Tujuannya untuk mencegah permasalahan yang akan timbul yang nantinya dapat mengganggu kegiatan percetakan selama masa Kampanye di Pemilu Serentak 2024.
Apakah Polri juga mendapat dana hibah untuk pengamanan pilkada?
Untuk memastikan kelancaran tahapan penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut, pemerintah telah mengalokasikan anggaran, dan memang ada untuk Polri. Menyangkut berapa anggarannya, khususnya untuk Polda Bali kami belum tahu jumlahnya.
Namun untuk pengamanan Pilkada Tahun 2024 yang diperuntukkan kepada Polda Bali sudah tersedia sesuai rencana kebutuhan yang diajukan dan tidak ada perubahan, secara umum seluruhnya dapat terpenuhi.
Apakah polisi juga ikut memantau kampanye hitam atau berita hoaks di medsos dan pola pengawasannya bagaimana?
Polda telah menugaskan tim patroli siber khususnya mengawal jalannya Pilkada Serentak 2024 mendatang. Dugaan ada black campaign, jelek-jelekkan calon lain, dan macam-macam tentunya di pantau patroli siber dua puluh empat jam, dan sejauh ini Bali masih kondusif.
Dengan patroli tim siber, Polda Bali mengimbau agar para netizen atau warga net bisa lebih bijak memanfaatkan penggunaan internet dan media sosial. Warga net juga mesti jeli dan menyaring sehingga ketika nantinya dapat menyebarkan informasi yang benar demi menjaga kondusifitas.
Netizen wajib cinta perdamaian, menjaga hubungan baik dengan hati bersih demi menjaga pilkada damai. Hindari, mana yang termasuk ujaran kebencian dan hoaks dan kampanye hitam melalui media sosial (medsos). Polda Bali menentukan mana yang kebebasan berbicara, mana yang masuk dalam political speech.
Seperti apa sikap netralitas polisi dalam pemilu nanti?
Netralitas Polri harga mati. Di jajaran Polda Bali, selalu mengingatkan agar personel wajib mematuhi aturan-aturan yang berlaku.
Kita sebagai anggota Polri wajib menjaga netralitas dan tugas kita sebagai anggota Polri hanya mengamankan dalam setiap tahapan pelaksanaan Pemilu 2024. Netralitas Polri harga mati dalam Pemilu 2024 juga merupakan komitmen Kapolri dan Kapolda Bali yang menjadi pimpinan sekaligus panutan. (andre sula/ editor : made dwija putra)
Editor : Hari Puspita