Sejarah:
-Sejumlah literatur menyebut sudah ada sejak 1948. Tokoh masyarakat yang berumur 40 tahunan juga menyebut prostitusi di sana sudah ada sebelum dirinya lahir.
-Prostitusi disebut berasal dari lokalisasi di Pantai Semawang, bergeser ke Blanjong, baru bertahan di Jalan Danau Tempe.
Model Bisnis:
-Ada sekitar 15 kafe di Gang Baru, Jalan Danau Tempe. Di dalam kafe berisi kamar untuk kencan. Setiap kafe berisi tujuh hingga belasan PSK.
-Sekali kencan tarif Rp 150-Rp 200 ribu. Dari hasil kencan, PSK setor kepada muncikari Rp 20-40 ribu.
-Tamu yang datang dari beragam latar belakang pekerjaan. Di antaranya anak buah kapal (ABK), sekuriti, hingga kuli bangunan dan profesi lain.
Kesehatan:
Para PSK tes darah dua kali dalam sebulan melibatkan sebuah yayasan. Hal itu untuk mencegah penyakit menular.
Keamanan:
-Sejumlah PSK mengaku melihat pemilik kafe menyetor uang keamanan rutin harian dan bulanan. Uang itu disetor kepada sekelompok pria.
-Jarang terkena razia karena pemilik kafe beberapa kali mendapat bocoran. [tim radar bali]
Editor : Hari Puspita