Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dilema Prostitusi Danau Tempe Usai Penyerangan Satpol PP (5): Minta Pemkot Tiru Cara Menutup Gang Dolly

Admin Radar Bali • Senin, 11 Desember 2023 | 03:05 WIB
MENUNGGU PELANGGAN: Salah seorang pekerja di sebuah kafe terkena razia tim yustisi.(istimewa)
MENUNGGU PELANGGAN: Salah seorang pekerja di sebuah kafe terkena razia tim yustisi.(istimewa)

PERBEKEL Desa Sanur Kauh, I Made Ada mengakui masyarakat di desanya banyak yang sudah melapor ke Satpol PP terkait praktik prostitusi di Danau Tempe.

“Dengan banyaknya laporan dari masyarakat ke Satpol PP, artinya masyarakat berharap supaya tidak ada lagi praktik-praktik seperti itu (prostitusi) di Danau Tempe,” tuturnya. 

Sebagai kepala desa, ia juga telah melakukan tugasnya untuk melaporkan keresahan pihak desa ke Satpol PP. “Tugas saya selaku kepala desa melaporkan ke Satpol PP. Satpol PP yang bertindak dengan aparat yang terkait. Supaya pemerintah itu tegas seperti yang di Surabaya (prostitusi Gang Dolly) dan di Jakarta (Kramat Tunggak),” sambungnya.

Pihaknya juga akan tetap melaksanakan tugas dengan berpedoman pada aturan di desa. Sehingga tidak melebihi koridor yang ditentukan dan tidak sewenang-wenang dalam melaksanakan tugas. [tim radar bali]

Editor : Hari Puspita
#prostitusi #danau tempe sanur