Kendati pandemi Covid-19 telah mereda. Namun cukup banyak alat yang digunakan untuk penanganan. Selain yang paling utama adalah penggunaan alat kesehatan (alkes). Mulai dari tempat cuci tangan yang terbuat dari drum, barcode, alat rapid, semprotkan insektisida dan alat-lat lainnya.
ALAT-ALAT pencegahan Covid-19 ini ternyata juga banyak dipasang di tempat-tempat wisata, mengingat objek wisata menjadi lokasi berkerumun orang. Salah satunya di DTW Tanah Lot Tabanan.
Asisten Manajer DTW Tanah Lot, I Putu Toni Wirawan mengaku meski pandemi Covid-19 sudah tidak lagi terjadi peningkatan kasus, namun pihaknya di DTW Tanah Lot masih memakai sejumlah alat-alat pencegahan penularan Covid-19. Di antaranya tempat cuci tangan yang jumlah sekitar 17 buah masih digunakan sampai saat ini.
“Sudah kandung terpasang, eman-eman dibongkar, mendingan kami tetap gunakan,” ujar Toni, Jumat kemarin (29/12/2023).
Sedangkan untuk pendetektor suhu tubuh, pihak tidak gunakan, namun masih simpan. Kemudian barcode Covid-19 juga tidak digunakan lagi, karena sudah tidak ada jumlah pembatasan warga yang masuk ke DTW Tanah Lot.
Toni menjelaskan alat-alat pencegahan penularan Covid-19 tersebut selain dulunya memang dibeli secara langsung oleh pengelolaan DTW Tanah Lot, juga ada diberikan bantuan oleh pemerintah daerah.
“Kalau bantuan pemerintah dominan berupa masker, sedangkan lainnya tempat cuci tangan ada yang kami beli sendiri ada juga bantuan pemerintah. Berapa jumlah anggaran dulu untuk pembelian saya tak ingat,” ungkapnya. (juliadi/editor:ib indra prasetia)
Editor : Hari Puspita