Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cerita Pasca Penanganan Covid-19 di Bali (7): Di Sumerta Kelod,Denpasar,Sisa Peralatan Masih Tersimpan Rapi

Putu Honey Dharma Putri Widarsana • Selasa, 2 Januari 2024 | 05:05 WIB
TERSIMPAN RAPI: Alat sisa penanganan Covid-19 ini diletakkan di gudang Kantor Desa Sumerta Kelod.(putu honey dharma putri)
TERSIMPAN RAPI: Alat sisa penanganan Covid-19 ini diletakkan di gudang Kantor Desa Sumerta Kelod.(putu honey dharma putri)

DESA Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Bali merupakan desa yang meraih penghargaan juara satu dalam penanganan dan pencegahan pandemi Covid-19. Berbagai penghargaan dari Walikota Denpasar, Polri, TNI diberikan kepada Desa Sumerta Kelod sebagai bentuk apresiasi dari kedisiplinan dan kerjasama warganya menghadapi masa pandemi kala itu.

Hal ini dibenarkan oleh I Gusti Ketut Anom Suardana sebagai Kepala Desa Sumerta Kelod yang ditemui Radar Bali pada Jumat (29/12/2023). Ia mengatakan penghargaan tersebut bahkan menghantarkan satgas di desa tersebut berubah na ma menjadi Satgas Desa Tangguh Dewata Covid- 19. 

Penghargaan tersebut nampak pantas diberikan karena Desa Sumerta Kelod sangat teliti juga disiplin dalam menangani Covid-19. Gusti Ketut Anom Suardana menjelaskan bahwa kala itu ia secara cepat mengedukasi masyarakatnya agar tidak panik sehingga masyarakatnya dapat menjaga imun tubuh. Lalu ia juga memberitahu apa yang perlu dilakukan para masyarakatnya untuk mencegah Covid-19.

“Saat itu kami tak pandang bulu, siapa yang sakit di wilayah kami, kami bantu, kami lakukan perhatian ekstra. Kami berikan sembako, obat-obatan juga kami semprot rumahnya dengan zat desinfektan,” ucap Kepala Desa. Bicara mengenai penanganan dan pencegahan Covid-19, dirinya mengaku bahwa kesiapan untuk menghadapi pandemi lagi sangatlah siap. Bukan bermaksud berharap, mamun Gusti Ketut Anom Suardana mengaku bahwa ia harus tetap siaga dengan masih menyimpan rapi alat-alat yang bekas Covid-19.

“Kami masih simpan dengan rapi barang-barang saat Covid-19. Semua, mulai dari masker, slop tangan, obat-obatan, apd, alat semprot disinfektan, termometer. Ini bentuk siaga, bukan harapan adanya penyakit lagi, tapi kami siap,” tegasnya.

Ia juga mengatakan bahwa saat itu mencari alat-alat tersebut tak terlalu sulit bahkan pada hari itu juga ia langsung mengajak anggota satgas untuk membeli peralatan.

Kini, pandemi telah berlalu. Pihak desa tampak apik dalam menjaga aset mereka. Nyatanya hingga kini masih dapat digunakan. Bahkan barangnya disimpan dengan baik di gudang kantor. (putu honey dharma putri/editor :ib indra prasetya/radar bali)

 

 

Editor : Hari Puspita
#covid-19 #alkes