Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ragam Jurus Tim Sukses Menangkan Pilpres di Bali (1): Target Meleset, Bersiaplah Kena Sanksi

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 11 Februari 2024 | 22:00 WIB
ilustrasi Pemilu di Bali 2024- GT DEWANTARA/RADAR BALI
ilustrasi Pemilu di Bali 2024- GT DEWANTARA/RADAR BALI

Jika dibandingkan pilpres lima tahun lalu, pilpres kali ini di Bali cukup kompetitif. Tim sukses ketiga paslon capres-cawapres menggunakan beragam jurus untuk mendulang suara. Salah satunya memberi sanksi berat pada caleg yang gagal memenangkan paslon capres-cawapres di wilayahnya.

SANKSI  berat itu adalah tidak dilantiknya caleg meski mendulang suara besar untuk dirinya sendiri dalam pileg. Kemenangan capres-cawapres menjadi kunci caleg jika ingin melaju mulus menjadi anggota dewan.

“Saya sudah sampaikan ke Pak Prabowo, kalau mereka (suara caleg) tidak linier dengan margin error 10 persen, mereka tidak dilantik. Harus disiplin kuncinya itu. Kalau tidak mau silakan keluar,” tegas Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Provinsi Bali, Made Muliawan Arya.

Kesepakatan itu juga sudah tertuang dalam pakta integritas yang diteken para caleg. Pria yang akrab disapa De Gadjah itu yakin Prabowo-Gibran bisa meraih 40 persen suara di Pulau Dewata. Menurutnya raihan 40 persen itu menandakan sebuah kemenangan untuk paslon nomor urut 02, karena bisa dipastikan pemilu akan satu putaran.

“Minimal 40 persen. Kami tahu di sini (Bali) tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi kerja keras dan koalisi solid, juga relawan terus tumbuh kami yakin  karena yang penting tidak ada intimidasi,” jelasnya.

Ia berharap rakyat bebas memilih tidak ada permusuhan karena beda pilihan. “Biarkan masyarakat bebas berdemokrasi dan bergembira karena politik kita bebas aktif dan Pancasila. Karena siapapun yang menang berpegangan tangan bersatu membangun Bali,” tuturnya.

Ketua DPD Partai Gerindra Bali ini yakin bisa meraih target minimal itu karena dari hasil survei dan juga upaya dari tim hingga relawan. Setiap kegiatan tidak ada mobilisasi massa. “Astungkara lebih 40 persen dan bisa menang. Bukan pesimis, tapi karena ada tiga paslon, dari sana 60 persen, pasti kurang 60 persen, masak paslon 01 tidak dapat, pasti dapatlah ” katanya.

Menurutnya Bali menjadi tolok ukur walau jumlah pemilih sedikit dibandingkan provinsi lain. Namun, hasil suara di Bali menjadi prestise karena Bali dianggap kandang banteng. Jika bisa meraih 40 persen, maka dianggap bisa membobol suara kandang banteng.

Di sisi lain, PDI Perjuangan (PDIP) sebagai “penguasa” di Bali diprediksi bakal berat mengulang kemenangan telak 91,68 persen sebagaimana pilpres 2019.

Kepala BSPN (Badan Saksi Pemilu Nasional), AA Ngurah Adhi Ardhana menjelaskan Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud di Bali  sudah menyiapkan 64.025 saksi yang disebar ke 12.809 TPS. 

Pria yang akrab disapa Gung Adhi itu menjelaskan, pihaknya sudah melaksanakan teori dan metodologi untuk memproyeksikan situasi kondisi dan target. “Baik target ketua TPD maupun hasil survei, poling, dan capaian yang kami semua  lakukan mengarah hasil menggembirakan. Artinya tidak di bawah  Pak Jokowi di tahun 2014,” papar anggota DPRD Provinsi Bali.

Diprediksi perolehan suara tidak jauh dari  72 persen sesuai hasil suara Jokowi di pemilu 2024. Bahkan, kemungkinan bisa sampai 85 persen. Menurutnya, prediksi itu akan tercapai jika tidak ada intervensi dari pihak lain. 

Lebih jauh, Gung Adhi sebagai Kepala BSPN sudah mendata beberapa masalah yang ditemukan pada tahapan pemilu ini.  Seperti perhitungan di TPS  harus bisa diperpanjang  12 jam tanpa jeda sesuai yang tertulis di PKPU. Tapi ada informasi  pada bimtek di KPPS yang memperbolehkan bisa dilanjutkan pukul 07.00. Dalam perhitungan suara TPD Ganjar-Mahfud juga sudah memiliki sistem. Jika ada perbedaan penghitungan dengan penyelenggara bisa ditindaklanjuti dengan langkah hukum.

 

Di lain sisi, tim sukses Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau yang disingkat AMIN juga tidak kalah optimistis.  Ketua Tim Kampanye Daerah Provinsi Bali, Ahmad Baraas menjamin target 1 juta suara di Bali tercapai. Salah satu ukurannya adalah performa saat debat  yang mendapat respons positif, termasuk masyarakat Bali. 

 

Lebih jauh dikatakan mesin pemenangan paslon nomor 01 yang katanya tak berhenti. Dukungan suara tidak hanya dari partai tapi para relawan turut bekerja keras.

“Bahkan ada yang lima tahun lalu mendukung paslon lain pindah dan bergabung  ke paslon nomor urut 01,” jelas mantan wartawan ini.

Jika dipersentasekan, 1 juta suara atau sekitar 30 persen lebih. Perhitungannya dari suara partai yang diperoleh pada pemilu 2019. Ditambah lagi relawan yang ada di Bali,

 

Untuk menjaga suara di Bali , times paslon 01 memasang saksi di setiap TPS. Ahmad mengaku saat ini diringankan oleh kebijakan baru KPU karena form C1 (rincian perhitungan suara di TPS) yang di-print out bukan tulis tangan seperti pemilu sebelumnya. [ni kadek novi febriani/editor:maulana sandijaya]

Editor : Hari Puspita
#pilpres 2024 #pemilu 2024 #tim sukses #target suara #bali