Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ragam Jurus Tim Sukses Menangkan Pilpres di Bali (2): Buleleng, Jembrana, Denpasar Paling Kompetitif

Francelino Junior • Senin, 12 Februari 2024 | 00:05 WIB
ilustrasi adu kekuatan- jawapos.com-radar bojonegoro
ilustrasi adu kekuatan- jawapos.com-radar bojonegoro

SEBAGAI wilayah terluas di Provinsi Bali, Kabupaten Buleleng menjadi incaran tim sukses paslon capres-cawapres. Meski dikenal sebagai “kandang banteng”, tetapi paslon lain dan partai pengusungnya tetap mencoba mencuri suara di Gumi Panji Sakti.

Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Paslon Nomor Urut 03, Ganjar-Mahfud MD, Gede Supriatna mengatakan, pihaknya ditargetkan suara sebesar 96 persen. Target perolehan suara ini terbilang fantastis untuk pemilihan presiden dan wakil presiden.

“Target suara di Buleleng 96 persen untuk pilpres, tentu ini menjadi motivasi untuk kader agar mencapai target tinggi itu. Dan kita harus kerja ekstra keras, bukan kerja keras lagi,” ujarnya.

Supriatna menyebutkan, untuk mencapai target tersebut pihaknya di TPD Ganjar-Mahfud Kabupaten Buleleng memberikan penekanan kepada para caleg-caleg yang berkontestasi. Mereka harus gencar sosialisasi dan mengkampanyekan Ganjar-Mahfud ketimbang pencalegannya.

Bahkan bila para caleg gagal memenangkan paslon 03 di wilayah atau TPS-nya masing-masing, maka ada konsekuensi yang menunggu. Yakni berupa tidak diloloskannya caleg tersebut menuju kantor dewan.

“Target masing-masing pasti-lah, masak ada caleg yang suaranya tidak bagus atau kalah, gak boleh-lah. Harus sesuai target, kalau bisa menang,” sambungnya menjawab.

“Saksi kami siapkan 12.275 orang. Saya rasa masyarakat juga sudah cerdas, isu-isu seperti Bandara Buleleng hanya isu jelang pemilu,” ungkapnya.

Tak mau kalah, Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Kabupaten Buleleng menargetkan kemenangan sebesar 60 persen. “Dengan perkembangan saat ini, ditambah partai pengusung bahu membahu, target suara di Buleleng 60 persen terpenuhi,” kata Ketua TKD Prabowo-Gibran Kabupaten Buleleng, Gede Harja Astawa.

Harja menegaskan, kemenangan Prabowo-Gibran di Buleleng dapat dicapai di seluruh kecamatan di Kabupaten Buleleng tanpa terkecuali. Bisa dilihat dengan banyaknya masyarakat yang menggunakan baju gemoi khas Prabowo-Gibran.

“Di internal Gerindra ada pakta integritas, kalau di dapilnya sampai kalah, konsekuensi tidak akan dilantik ketika terpilih jadi anggota dewan. Kalau di TKD kembali ke masing-masing internal partai, karena tanggung jawab moral,” sambungnya.

Terkait Jokowi Efek, Harja menilai bakal membuat banyak perpindahan suara ke paslon 02. “Kami simpulkan, Gibran itu manifestasi Jokowi. Adanya Jokowi efek tentu menguntungkan, karena komitmen Prabowo melanjutkan program baik Jokowi yang belum terlaksana,” terangnya.

Berbeda dengan lainnya, Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Paslon Nomor Urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau AMIN Kabupaten Buleleng, Made Suparjo mengaku pihaknya menargetkan suara semaksimal mungkin di Bali dan Buleleng.

“Mengenai target suara tak muluk-muluk. Tapi seorang pejuang tak boleh menyerah, yang jelas di Buleleng target 20 persen untuk memberikan kontribusi kemenangan Amin secara nasional,” katanya.

Di lain pihak, Putu Mardika, akademisi STAHN Mpu Kuturan menyebut pilpres kali ini akan berlangsung lebih seru ketimbang 2019. Meski demikian, menurutnya masyarakat sudah sangat dewasa dalam menyikapi perbedaan pilihan. “Perbedaan sikap itu sah-sah saja selama tidak berujung pada polarisasi dan kekerasan verbal maupun non verbal,” tutur dosen komunikasi politik itu.

Di lain sisi, tim kampanye daerah (TKD) paslon Prabowo-Gibran di Jembrana menargetkan 60 persen. “Kami optimistis bisa mencapai target,” kata Ketua TKD Prabowo Gibran Jembrana, I Kade Darma Susila.

Meskipun bukan hasil survei, target tersebut berdasarkan beberapa faktor. Di antaranya, antusiasme masyarakat karena Jokowi efek yang diyakini berada di belakang Prabowo-Gibran.

Ketua DPC Gerindra Jembrana ini mengungkapkan, perolehan suara Prabowo pada pemilihan terkahir juga menjadi faktor pendukung. Saat itu melawan Joko Widodo sebagai calon presiden, bisa meraih suara cukup signifikan. “Apalagi saat ini Jokowi ada di barisan kami, maka efek Jokowi juga mempengaruhi,” tukasnya.

Anggota DPRD Bali ini menegaskan, seluruh kader dan caleg sudah sepakat bahwa pilpres tahun ini merupakan pertempuran terakhir Prabowo Subianto menjadi presiden.

Karena sudah ada kesepakatan, maka sanksi juga menyertai. Kader Partai Gerindra komitmen jika suara caleg tidak linier dengan suara presiden, minimal di TPS tempat caleg Gerindra, maka tidak akan dilantik menjadi anggota. “Sudah ada pakta integritas. Kami meyakini suara Prabowo-Gibran melebihi caleg,” terangnya.

Sementara itu, tim kampanye AMIN juga menargetkan kemenangan tinggi, dari jumlah pemilih Jembrana ditargetkan bisa meraih 30 persen suara. “Target itu sudah berdasarkan survei dari tim nasional,” ujar TKD Amin Jembrana Made Budi Darma.

Upaya mencapai target tersebut menang tidak mudah, tetapi dengan figur calon presiden dan wakil presiden bisa mencapai suara yang lebih maksimal. Budi Darma yakin dengan figur capres Anis, bisa diterima oleh masyarakat Jembrana yang heterogen. “Setiap capres dan cawapres punya idolanya masing -masing,” ujarnya.

Para caleg partai pengusung AMIN memiliki kebijakan masing-masing, dalam menginstruksikan kadernya dan sanksi apabila nantinya tidak sesuai target. Khusus untuk Partai NasDem tidak ada sanksi. Namun dengan catatan harus bekerja sungguh-sungguh.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, tim pemenangan Ganjar-Mahfud tingkat kabupaten Jembrana belum bisa diwawancara. Ketua tim pemenangan daerah (TPD) Ganjar Mahfud Jembrana, I Made Kembang Hartawan sudah berusaha diminta untuk wawancara, namun masih belum ada waktu karena kesibukannya sebagai calon anggota DPRD Bali. “Saya lagi fokus gerilya,” tulisnya dalam pesan singkat WhatsApp (WA). [francelino junior/m.basir/editor: maulana sandijaya]

 

 

Editor : Hari Puspita
#pilpres 2024 #timses #pemilu 2024 #bali