Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Berkaca dari Macet Horor Mudik Lebaran 2026- 3 : Bali Perlu Segera Wujudkan Tol Laut Logistik di Tiga Titik Strategis

Hari Puspita • Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:09 WIB
Ilustrasi kemacetan akibat truk logistic di Pelabuhan Gilimanuk.(gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi kemacetan akibat truk logistic di Pelabuhan Gilimanuk.(gambar digital gemini/radar bali)

Tragedi jatuhnya korban jiwa akibat antrean panjang selama arus mudik Lebaran menjadi alarm keras bagi infrastruktur Bali. Merespons kondisi darurat tersebut, Pemprov Bali telah merancang pembangunan infrastruktur jalur laut untuk memutus ketergantungan pada jalur darat Gilimanuk-Mengwi.

USAI kejadian memilukan, pihak Istana pun telah menyampaikan permohonan maaf atas kendala transportasi yang terjadi.

Baca Juga: Berkaca dari Macet Horor Mudik Lebaran 2026- 1 : Solusi Tol Laut Bisa Jadi Upaya Bali Mengakhiri Kemacetan Krodit Jalur Gilimanuk

Sebagai langkah nyata, Gubernur Bali Wayan Koster menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk segera memetakan pembangunan pelabuhan logistik guna mengurai beban jalan raya yang kian jenuh.

Baca Juga: Berkaca dari Macet Horor Mudik Lebaran 2026- 2 : Jangan Bertumpu di Pelabuhan Gilimanuk Saja, Perlu Maksimalkan Pelabuhan Sangsit dan Tanah Ampo

Pecah Arus Logistik: Sangsit, Amed, dan Kusamba

Rencana besar ini fokus pada pengembangan tiga titik utama dan optimalisasi pelabuhan yang sudah ada:

1.   Sangsit (Buleleng): Melayani distribusi wilayah Bali Utara.

2.   Pelabuhan Amed (Karangasem): Pintu masuk sisi Timur.

3.   Kusamba (Klungkung): Akses logistik menuju Bali Selatan dan Gianyar.

4.   Optimalisasi Celukan Bawang (Buleleng).

"Pak Kadis, tolong rancang arahan Pak Menhub supaya kendaraan dari Ketapang yang menyeberang ke Gilimanuk berkurang menggunakan jalur darat," tegas Koster saat memberikan sambutan di Art Centre, Kamis (26/3).

Meniru Sukses Pelabuhan Merak

Skema ini mengadopsi keberhasilan Pelabuhan Merak di Banten dalam mengurai penumpukan pemudik. Bedanya, fokus utama di Bali adalah memisahkan kendaraan logistik dari kendaraan pribadi. Koster menekankan bahwa proyek ini tidak perlu menelan biaya fantastis karena fungsinya yang spesifik.

"Tidak perlu terminal yang mewah, tolong pikirkan segera itu. Buat kajiannya. Saya akan menghadap Menhub untuk program tahun 2027," tambahnya.

Dengan sistem ini, kendaraan besar yang hendak menuju Karangasem atau Buleleng tidak perlu lagi melewati jalanan sempit di Bali Barat, melainkan bisa langsung turun di pelabuhan terdekat melalui jalur laut.

Pembiayaan Non-APBD: Target April 2026

Kabar baik bagi keuangan daerah, pembangunan ini dipastikan tidak akan menyedot dana APBD Bali. Pendanaan sepenuhnya akan bersumber dari investor dan APBN.

Gubernur meminta Kadishub dan Kadis PUPRKim untuk segera mematangkan desain infrastruktur guna dipresentasikan di hadapan Komisi V DPR RI pada April mendatang.

 "Supaya percepatan infrastruktur bisa dilakukan lebih cepat dengan anggaran lebih besar karena akan disusun dalam APBN," jelasnya.

Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Langkah transformatif ini merupakan bagian dari visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’. Pada tahun 2026 ini, pelaksanaan proyek diarahkan melalui pola Semesta Berencana dengan semangat ‘Solid Bergerak Demi Nindihin Gumi Bali’. Harapannya, "Tol Laut" ini akan menjadi warisan infrastruktur yang memanusiakan pengguna jalan di Pulau Dewata. [ Ni Kadek Novi Febriani/Djoko Heru Setiyawan]

Editor : Hari Puspita
#tol laut #macet horor #truk logistik #mudik lebaran #pelabuhan gilimanuk