Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Protes Proyek PLTU, Nelayan Celukan Bawang Ngadu Ke Denpasar

Donny Tabelak • Jumat, 17 Mei 2019 | 15:27 WIB
protes-proyek-pltu-nelayan-celukan-bawang-ngadu-ke-denpasar
protes-proyek-pltu-nelayan-celukan-bawang-ngadu-ke-denpasar

DENPASAR - Nelayan dari Celukan Bawang, Buleleng, Baidi Supandan datang ke Denpasar kemarin berbicara terkait pembangunan PLTU Celukan Bawang berbahan batubara.


Dia bercerita, sebelum pembangunan PLTU ini masyarakat merasa tentram, namun setelah adanya PLTU masyarakat tercerai berai.


Hal tersebut disampaikan Baidi di acara Pra Bali yang Binal #8 di Taman Baca Kesiman, Denpasar. Dalam acara bertajuk Energi Esok Hari itu, dia bercerita tentang nasib nelayan pasca pembangunan PLTU Celukan Bawang.


“Hasil tangkap (ikan) kami sebelum PLTU mencukupi. Namun dengan adanya PLTU, sulit menghasilkan. Banyak biaya, karena di pinggir sudah tidak ada ikan. Jadi kami harus jauh ke tengah lagi,” terangnya.


Hal tersebut tentu berpengaruh juga pada pendapatan nelayan. Kini, penghasilan dalam setahun itu sama dengan penghasilan sebulan sebelum adanya PLTU.


Selain itu, secara cuaca, pihaknya juga mengalami kegerahan. Setiap malam hari, masyarakat merasa kepanasan tidak seperti biasanya.


“Padahal saat itu hujan, tapi malah kita kepanasan. Apa ini namanya pemanasan global?,” tanya pria yang juga sebagai ketua Nelayan Bakti Kosgoro. 

Editor : Donny Tabelak
#taman baca kesiman #proyek pltu