Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Publik Mulai Abai, Dr Arya: Covid-19 Benar-benar Ada, Bukan Konspirasi

Donny Tabelak • Senin, 6 Juli 2020 | 19:38 WIB
publik-mulai-abai-dr-arya-covid-19-benar-benar-ada-bukan-konspirasi
publik-mulai-abai-dr-arya-covid-19-benar-benar-ada-bukan-konspirasi

DENPASAR - Meninggalnya Dirut RS Puri Raharja dr. Nyoman Suteja karena terinfeksi Covid-19 dianggap karena masih kurang patuhnya masyarakat menerapkan protokol kesehatan.


Disamping itu juga ada yang meremehkan virus corona ini.  Kepala Pelayanan Medik dan Keperawatan RS PTN Universitas Udayana dr. Arya Biantara mengungkapkan,


sebelum meninggal dr. Nyoman Suteja sempat dirawat di RS Wangaya selama beberapa hari sebelum dirujuk ke RS PTN Unud.


Ketika dirujuk ke rumah sakit milik Universitas Udayana tersebut, dr. Suteja sudah positif dinyatakan Covid-19.


Dr. Arya Biantara mengungkapkan, selain faktor usia, almarhum memiliki riwayat penyakit infeksi jantung.


"Covid-19 nyerang kemana- mana kurang lebih seminggu di sini. Berat sekali. Masyarakat tidak percaya dengan Covid-19.  Padahal, penyakit itu ada dan sangat berbahaya," ucapnya. 


Menurutnya, setelah pasien menginfeksi pasien, maka virus itu akan membahayakan lantaran menyerang sistem pernapasan, merembet jantung, dan pembuluh darah. 


Dr. Arya sendiri memastikan bahwa Covid-19 benar-benar ada. Karena itu dia berharap agar masyarakat ikuti protokol kesehatan. Di antaranya memakai masker dan rajin cuci tangan. 


"Covid-19 benar-benar ada, bukan konspirasi. Tolong ikuti protokol kesehatan dan anjuran pemerintah. Jangan percaya terus teori konsipirasi," ucapnya.


Dia menambahkan bahwa tenaga medis saat ini kewalahan akibat orang tidak percaya dengan Covid-19.


Kapasitas rumah saki tidak akan pernah cukup menampung jika kasus positif terus bertambah. ”Jadi sekarang yang berat- berat transmisi lokal  dan kena orang tua," tukasnya. 

Editor : Donny Tabelak
#pasien covid-19