Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pendapatan PD Parkir Minus, Untuk Gaji Pegawai pun Keteteran

Donny Tabelak • Sabtu, 19 Desember 2020 | 23:15 WIB
pendapatan-pd-parkir-minus-untuk-gaji-pegawai-pun-keteteran
pendapatan-pd-parkir-minus-untuk-gaji-pegawai-pun-keteteran


DENPASAR - Berpikir realistis di tengah pandemi ini, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bhukti Praja Sewakadarma atau PD Parkir pun menurunkan target pendapatan tahun 2021 mendatang. Penurunan tersebut dikarenakan beberapa parkir tepi jalan sepi karena penutupan ruang publik.



Kasi Pelaporan dan Pengaduan Perumda Bhukti Praja Sewakadarma Kota Denpasar, Desak Eka Prasetya menjabarkan tahun 2020 PD Parkir menargetkan untuk pendapatan parkir tepi jalan umum sebesar Rp 11 miliar sementara untuk parkir pelataran sebesar Rp 7.500.000.000, sedangkan di tahun 2021 target parkir tepi jalan umum diturunkan menjadi Rp 7 miliar, dan parkir Pelataran menjadi Rp 3.750.000.000. 



"Penurunan target ini harus kami lakukan. Karena situasi ekonomi masyarakat yang juga belum normal, sehingga mempengaruhi semua sektor," kata dia.



Sekarang saja 2020 ini, lanjut dia, target pihaknya tidak bisa penuhi bahkan sampai minus. "Untuk parkir tepi jalan umum minus 34,5 persen, sedangkan untuk parkir pelataran 45,7 persen," ungkapnya. 



Desak mengatakan, Penurunan target tersebut juga berkaitan dengan pendapatan di tahun 2020 yang jauh menurun dari saat normal sebelum pandemi. Untuk saat ini dari target Rp 11 miliar tersebut hanya terealisasi sebesar  Rp 7.206.231.000, sehingga kekurangan target sebesar  Rp 3.793.769.000.



Sementara parkir pelataran dari target Rp 7,5 miliar terealisasi hanya sebesar  Rp4.075.029.846 dan ada kekurangan target sebesar Rp3.424.970.154. 



Hal ini dikarenakan imbas dari pandemi Covid-19 semuanya. Seperti sekolah masih tutup, beberapa fasilitas umum masih tutup seperti Lapangan Puputan, Lumintang dan Renon.



"Ini juga pasar-pasar  masih belum normal. Begitu juga pengunjung swalayan masih sangat sedikit. Yang jelas sekarang pendapatan terjun bebas. Sampai gaji pegawai kita masih keteteran," ujarnya.


Editor : Donny Tabelak