Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jelang PPKM, Penyewaan Pesawat Pribadi oleh Orang Berduit Masih Tinggi

Donny Tabelak • Jumat, 8 Januari 2021 | 20:24 WIB
jelang-ppkm-penyewaan-pesawat-pribadi-oleh-orang-berduit-masih-tinggi
jelang-ppkm-penyewaan-pesawat-pribadi-oleh-orang-berduit-masih-tinggi

DENPASAR - Pemerintah akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM (sebelumnya disebut Pembatasan Sosial Berskala Besar/ PSBB) di wilayah Bali dari tanggal 11 hingga 25 Januari. Meski demikian, ternyata rencana itu tidak berpengaruh signifikan terhadap penyewaan jet pribadi di Bali. Bahkan permintaan sewa jet pribadi di Bali cukup tinggi. 




Director PT Indojet Sarana Aviasi, Stevanus menuturkan, jelang penerapan PPKM ini, penyewaan jet pribadi malah stabil dan cendurung naik. "Sampai hari ini masih stabil. Apalagi jelang hari Imlek ," katanya di Denpasar, Jumat (8/1).




Rute favorit para penyewa jet pribadi ini sendiri biasanya dari Jakarta ke Bali dan Jakarta ke Labuan Bajo. Rute ini menjadi rute favorit sejak libur panjang Nataru hingga Februari bulan depan. Karena hingga saat ini sudah ada para penyewa yang telah booking untuk bulan depan. 




"Tidak ada pembatalan booking sampai bulan depan. Meski PSBB," terangnya. 




Dengan harga sewa Rp280 juta sampai Rp370 juta sekali terbang dari Jakarta ke Bali atau ke Labuan Bajo, permintaan bokingan masih cukup tinggi. Bahkan untuk bulan Januari ini saja sudah ada 6 sampai 8 penerbangan untuk tujuan Bali dan Labuan Bajo. 




Menurut Stefanus, harga sekali penerbangan disesuaikan dengan kapasitas dan jenis pesawat. Dijelaskan, untuk kapasitas terkecil ada 6 seat dan terbesar ada 13 seat.



Sementara itu rata-rata para pemakai jasa ini memakainya untuk liburan dan sebagian kecil untuk perjalanan bisnis. 




"Karena faktor ingin berlibur. Di mana masyarakat yang berduit masih enggan menggunakan transportasi umum," tandasnya.

Editor : Donny Tabelak
#jet pribadi