DENPASAR – Setelah diomeli Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, bersama Mendagri Tito Karnavian dan Menkes Budi Gunadi Sadikin, Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menggenjot tempat isolasi terpusat (isoter) untuk warga yang terkonfirmasi tanpa gejala.
Salah satu tempat yang dijadikan tempat isoter adalah hotel bintang lima. Yakni Hotel Grand Bali Beach di Sanur, Denpasar Selatan. Hotel yang dibangun sejak Preisden Sukarno ini bisa menampung 250 warga yang menjalani isoter.
Wali Kota Jaya Negara langsung turun lapangan guna meninjau kesiapan penambahan lokasi Isolasi Terpusat di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Sabtu (14/8).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara yang didampingi Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Dewa Gede Rai mengatakan, sesuai arahan Menko Marvest, Mendagri dan Menkes RI saat kunjungan kerja di Provinsi Bali beberapa waktu lalu, Pelaksanaan Isoter diyakini efektif dalam mendukung pencegahan penularan Covid-19 di dalam rumah atau keluarga. Hal ini juga dianggap efektif dalam mencegah melonjaknya kasus harian.
“Jadi atas arahan di atas maka kami bersama Forkopimda menggelar rapat kordinasi untuk mendukung optimalisasi pelaksanaan isolasi terpusat bagi masyarakat Kota Denpasar yang terkonfirmasi positif Covid-19,” jelasnya
Hal ini secara teknis membahas pola dan alur pelaksanaan isolasi terpusat. Sehingga nantinya begitu ada masyarakat yang dinyatakan positif Covid-19 dengan rujukan pelaksanaan isolasi mandiri, maka secepatnya dapat dibawa ke lokasi isolasi terpusat Kota Denpasar.
Tak hanya itu, Jaya Negara mangatakan bahwa Pemkot Denpasar telah menambah lokasi Isolasi Terpusat.
“Yang terbaru salah satu hotel di Sanur dengan kapasitas 350 tempat tidur, dan Asrama BPSDM di Sesetan, sebelumnya juga sudah ada di Kota Denpasar, mulai dari Bapelkesmas Provinsi Bali, LPMP, 1 Hotel di jalan Veteran, 1 Hotel di Kuta, 1 Hotel di Sidakarya, Wisma Werdhapura dan 1 Hotel di bilangan Ubung,” jelasnya
Tak berhenti sampai disana, pola 3T yakni Test, Tracing dan Treatment juga terus digencarkan. Penambahan personel juga terus dioptimalkan. Bahkan untuk mendukung pelaksanaan tracing turut dilibatkan Kaling dan Kadus serta ASN Bapak Angkat untuk membantu input data di Desa/Kelurahan.
“Tadi kami sudah kuatkan kordinasi lagi, Pj. Sekda mengkoordinir Dishub, Sat Pol PP dan BPBD untuk pelaksanaan isolasi terpusat, ketersediaan hotel, alur kordinasi serta akomodasi. Selanjutnya Asisten II bersama Dinas Sosial mengkordinir penyaluran sembako dan pangan,” jelasnya
“Selanjutnya untuk Asisten III mengkordinir Tracing, Testing dan Treatment bersama Dinas Kesehatan dan DPMD. Dan untuk input data khusus ditangani Staf Ahli, Libtang dan Kominfo. Besar harapan kami kasus Covid-19 di Kota Denpasar dapat segera terkendali,” harap Jaya Negara.
Editor : Yoyo Raharyo