Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Warga Serangan Demo Pemasangan Portal Masuk Desa, Bendesa Adat Bingung

Didik Dwi Pratono • Jumat, 3 September 2021 | 13:24 WIB
warga-serangan-demo-pemasangan-portal-masuk-desa-bendesa-adat-bingung
warga-serangan-demo-pemasangan-portal-masuk-desa-bendesa-adat-bingung

DENPASAR - Pemasangan portal untuk pemungutan karcis parkir diprotes ratusan warga di pintu masuk Desa Serangan, Denpasar Selatan. Demonstrasi warga terkait keberadaan portal itu dilakukan sejumlah warga pada Kamis (2/9). 



 


Bendesa Adat Serangan, I Made Sedana mengataka, program pemasangan portal ini sejatinya sudah dibahas berapa kali dan sudah lama.


 


"Yang saya tahu persetujuan perwakilan banjar sudah ada tanda tangannya dan sudah dilakukan rapat dari bulan lalu," terangnya. 


 


Sedana menegaskan bahwa pertimbangan pemasangan portal ini karena untuk penjagaan  keamanan sebab kerap nelayan setempat kehilangan seperti kehilangan mesin.


 


Desa Adat Serangan bekerjasama dengan PD Parkir untuk menghindari pungutan liar karena memiliki legal standing.


 


"Supaya tidak menyalahi aturan itu sudah disetujui. Saya bingung kenapa seperti ini. Seharusnya rapat atau ke kantor desa agar bisa dirapatkan menurut saya secara pribadi," ucapnya. 


 


Sedana menyayangkan kenapa ada demo kenapa tidak perwakilan banjar yang menyampaikan keluhan padahal keputusan pemasangan ini adalah kesepakatan bersama. 


 


"Setahu saya dua banjar Kawan dan Kaja tidak semuanya hanya sebagian menurut saya ada apa ini. Ini aneh dan lucu jadi kalau terus begini kapan bisa maju apalagi sekarang sistem online masak terus manual," ujarnya. 


Karena menimbulkan protes, Sedana menyatakan kan merapatkan dengan prajuru terkait persoalan ini. Setelah itu akan mengadakan langkah-langkah dengan perwakilan banjar. Rapat akan dilaksanakan Minggu ini dengan perwakilan banjar untuk mencari solusi.




  


Di sisi lain, Kasi Data dan Program Perumda Bhukti Praja Sewakadarma Denpasar (PD Parkir), I Made Ardana mengatakan awal mulanya dibuatkan portal tiket masuk itu karena adanya permohonan dari desa adat Serangan, Denpasar Selatan.


 


Permohonan itu diajukan pada bulan Februari 2021 lalu. Setelah melakukan penjajakan, hingga adanya kajian, pihak PD Parkir sudah mengundang Jero Bendesa, Lurah, Klian dan hingga kepala lingkungan desa. 


 


"Ini bukan ranah kami. Pararem yang ditandatangani oleh masing-masing klian banjar adat. karena pararem sudah kami pegang, tentu kami pikir tidak ada masalah dengan warga karena sudah ada pararem itu," bebernya. 


 


Selanjutnya, pihak PD Parkir lalu mulai memasang alat portal yang pertama. Sehingga pemasanga portal lalu selesai dan sudah mulai beroperasi selama tiga hari belakangan.


 


"Perangkat kan sudah terpasang tiga hari yang lalu. Tiga hari kami minta waktu untuk sosialisasi. Dishub juga hadir, pecalang desa juga hadir, sejak kemarin, sudah berjalan, sistem berjalan, masyarakat sudah menerima dan banyak yang mengikuti arahan kami. Kami tidak mengira akan jadi seperti ini," imbuhnya. 


 


Dikatakan pada 1 hingga tanggal 3 September, digunakan untuk sosialisasi kepada warga. Kemudian resmi dioperasikan 4 Septermber.  Dikatakannya bahwa sejak awal sudah ada kesepakatan bahwa warga serangan tidak dipungut biaya.  Setiap warga akan diberikan member, dan setiap nomor kendaraan akan dicatat semua. 


 


"Ada 1.000 lebih kendaraan warga yang tidak bayar. yang mau berangkat sekolah juga tidak bayar.  Yang bayar adalah pengunjung," tegasnya

Editor : Didik Dwi Pratono
#pd parkir #serangan