MANGUPURA – Tewasnya I Wayan Santiasa, 43, seorang warga Banjar Wanakeling, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Badung, meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarganya. Apalagi sang istri, Ni Made Sariasih yang paling pertama melihat suaminya tergantung di pohon buni atau boni. Ia langsung teriak.
Diketahui, I Wayan Santiasa, ditemukan tewas gantung diri di atas pohon buni (Antidesma bunius) sebuah kebun Sabtu (19/2) sekitar pukul 12.00 Wita. Dia pertama kali ditemukan oleh sang istri, Ni Made Sariasih.
Almarhum I Wayan Santiasa bekerja sebagai petani. Ia gantung diri menggunakan tali plastik. Tali yang diikat pada dahan pohon buni atau boni tersebut menjerat leher.
Pada saat ditemukan, ia memakai topi warna biru, kaus lengan panjang warna coklat, celana panjang warna hitam, dan sepatu warna hitam.
Melihat sang suami tergantung, Ni Made Sariasih pun langsung teriak meminta tolong ke warga lain. Teriakan Sariasih didengar dua warga I Wayan Lotra, 55, dan I Nyoman Sumayasa, 36, yang segera datang ke sumber teriakan.
“Melihat suaminya tergantung, istrinya panik dan berteriak minta tolong. Setelah itu datang dua saksi lain," beber Kasi Humas Polres Badung, Iptu Ketut Sudana, Sabtu (19/2).
Akhirnya kabar tentang peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Petang dan Puskesmas I Petang. Lalu pihak kepolisian dan tim medis dari Puskesmas Petang 1 tiba di lokasi sekitar pukul 12.30. Kemudian mengecek kondisinya.
"Setelah dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka," jelasnya.
Pihak keluarga langsung mengevakuasi jenazah korban ke rumah korban sendiri untuk disemayamkan.
Sudana menjelaskan, pada tubuhnya ditemukan luka bekas jeratan melingkar pada leher. "Keluarga menerima kejadian ini dengan lapang dada. Mereka ikhlas,” jelasnya.
Terkait motif I Wayan Santiasa melakukan bunuh diri, Iptu Ketut Sudana menyatakan pihak kepolisian belum mengetahui. “Penyebab gantung diri belum diketahui," tutupnya.
Editor : Yoyo Raharyo