Kapolsek Kuta Selatan Kompol I Ketut Sugiarta Yoga mengatakan, jasad WNA tersebut diketahui pertama kali olah sorang wanita pengembala sapi bernama Made Warsih, 42. Ia terkejut ketika melihat seorang WNA gantung diri. Ia pun ketakutan dan tidak berani mendekat.
Wanita ini bergegas pulang untuk memberi tahu adiknya I Wayan Adiana yang menjadi Pecalang Desa Ungasan.
"Kepada pecalang, wanita tersebut mengaku bahwa ada yang gantung diri. Awalnya dikira layangan putus," tandasnya, Kamis (12/5).
I Wayan Adiana mengajak dua pecalang dari Desa Kutuh untuk mengecek ke lokasi bule gantung diri. Setelah memastikan, mereka lalu berkoordinasi dengan Kepala Lingkungan Banjar Kaja I Nyoman Jarta.
Barulah kemudian Jarta mengajak linmas dan warga bersama-sama ke TKP. Benar saja ternyata yang tergantung adalah seorang laki-laki warga negara asing.
Temuan tersebut lantas disampaikan ke Polsek Kuta Selatan. Tak berselang lama petugas tiba untuk melakukan penyelidikan dan memasang police line untuk sterilisasi. Hasil pemeriksaan lelaki itu diduga asal Polandia.
"Dia menggunakan jacket oranye, topi coklat, celana pendek hitam sepatu hitam dan masih memakai tas punggung hitam," sebut Kapolsek Kuta Selatan Kompol I Ketut Sugiarta Yoga.
Dikatakan, sudah terdapat lebam mayat pada tubuhnya. Identitas korban bunuh diri diketahui dengan adanya temuan Surat Izin Mengemudi (SIM). SIM itu dibuat di Polresta Denpasar pada 2019 silam.
"Motifnya masih didalami,” jelasnya.
Kini jenazah bule yang beralamat di Jalan Bali Cliff Nomor 14, Ungasan Kutsel tersebut telah dibawa menggunakan ambulans Anshor menuju RSUP Sanglah, Denpasar. (dre) Editor : Yoyo Raharyo