Kapolri Pantau Terus Jelang Operasi Puri Agung 7-17 November untuk G20

Hari Puspita • Dipublikasikan Senin, 7 November 2022 | 02:05 WIB
CEK LANGSUNG : Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memantau langsung geladi pasukan di Lapangan Niti Mandala Renon pada Minggu (6/11/2022).
CEK LANGSUNG : Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memantau langsung geladi pasukan di Lapangan Niti Mandala Renon pada Minggu (6/11/2022).
DENPASAR - Persiapan Operasi Puri Agung, untuk operasi pengamanan KTT G20, pada 15-16 November 2022, di Nusa Dua, Bali, terus dimatangkan. Operasi Puri Agung itu telah ditetapkan akan berlangsung sejak 7–17 November 2022.

Sekitar 8.000 personel polisi akan diterjunkan dalam pengamanan KTT G20 di Bali. Mereka ada di lingkungan hotel, di jalan raya, dan tempat wisata yang dikunjungi delegasi dan tamu asing.

Dalam langkah pematangan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memantau langsung gladi Gelar Pasukan yang diselenggarakan di Lapangan Niti Mandala Renon pada Minggu (6/11/2022).

Sebelumnya Kapolri juga telah melihat langsung sistem pemantauan dari Command Center Polda Bali.

Gelar pasukan ini penting untuk memantapkan kesiapan para unsur yang terlibat pengamanan KTT G20. Tak heran bila kegiatan itu dihadiri pejabat senior Polri, mulai dari Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto, Kalemdiklat Komjen Rycko Amelza Dahniel, Asops Kapolri Irjen Agung Setya Imam Effendi, Kakorlantas Polri Irjen Firman Santyabudi, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, serta sejumlah perwira tinggi lainnya.

Dalam pelaksanaan Operasi Puri Agung itu, kendali ada di tangan Mabes Polri. Personel Polda Bali. Sekitar 6.000 orang, akan berstatus sebagai bawah kendali operasi (BKO) Mabes Polri.

Jumlah itu pun dipandang tidak cukup. Maka, diperlukan tambahan sekitar 2.000 personel lagi. Yang sudah menyiapkan personel tambahan itu ialah Polda Jawa Barat, dengan kesiapan mengirim 350-an personel.

Anggota yang diberangkatkan itu terdiri dari unsur Brimob Polda Jabar sebanyak 219 personel, Ditlantas 97 personel, selebihnya dari satuan Samapta dan korps Pamovit (pengamanan objek vital).

Meskipun  tidak langsung di-BKO-kan ke Mabes Polri, dengan perintah Polda Jawa Timur, maka Polresta Banyuwangi sudah bergerak lebih awal. Sekitar 350 personel polisi secara bergilir memantau 17 titik penyeberangan dari Banyuwangi ke Bali. Ketiga titik itu di antaranya ada di kompleks Pelabuhan Ketapang.

Sasarannya ialah memeriksa pergerakan barang berbahaya (peledak atau senjata api) dan orang-orang tidak sesuai dengan profil pada umumnya pengunjung ke Pulau Bali. (wayan widyantara)

  Editor : Hari Puspita
ktt g20 pengamanan G20 Bali KTT G20 di Bali g20