Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi mengatakan, demi memastikan Kamtibmas jelang Nataru aman dan nyaman, wilayah hukum Polresta Denpasar, dan jajaran mengencarkan kegiatan pendataan dan pembinaan terhadap penduduk non permanen.
Tentunya dengan mengedepankan peran Bhabinkamtibmas bersinergi dengan Babinsa dan unsur Sipandu Beradat yang berada di masing-masing Desa dan Kelurahan. Dikatakan, Denpasar sebagai kota metro dengan penduduk urban tertinggi di Bali. Pembinaan terhadap penduduk non permanen secara rutin digelar.
Tagar warga tertib administrasi kependudukan melalui pendataan penduduk pendatang, yang tidak memiliki identitas diri untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan Satpol PP. Dan apabila belum lapor diri diarahkan ke Desa atau Kelurahan untuk pendataan. Seperti yang digelar wilayah Polsek Denpasar Selatan.
Bersama Sipandu beradat Rabu malam (7/12/) mengelar penertiban penduduk non permanen di Kelurahan sesetan seperti dirumah kontrakan, kos kosan, Kontrakan bedeng proyek serta kawasan padat penduduk Lingkungan Lantang Bejuh, Kelurahan Sesetan. "Ditemukan tujuh orang penduduk non permanen yang belum melaporkan diri ke Kepala lingkungan," bebernya.
Selain itu, bersama aparat kelurahan juga mengelar pendataan di kawasan padat penduduk jalan Pulau Belitung, Pulau Singkep, Pulau Saelus dan jalan Pulau Bungin Kelurahan Pedungan dan temukan 15 penduduk yang belum lapor diri ke Kelurahan. Di Desa Padangsambian Kaja Denpasar Barat juga di gelar hal serupa tepatnya di Banjar Lepang dan ditemukan 41 orang penduduk KTP luar Bali.
Dan 11 Ber-KTP luar Denpasar yang belum lapor diri, selanjutnya di Imbauan untuk mendatangi Kantor Desa Padangsambian Kaja. Terpisah Polsek Benoa, Densel kerahkan personil meningkatkan pengawasan dan pengamanan pada tempat objek vital yang ada di kawasan pelabuhan Benoa.
Sama, dilakukan dengan cara menyambangi dan berdialog dengan para Security atau waker yang sedang melakukan tugas jaga pada tempat Objek Vital Nasional. Kawasan pelabuhan Benoa merupakan kawasan yang sangat riskan menjadi terget orang yang bertanggung jawab, karena di dalamnya ada perusahaan besar.
"Ya rawan juga di Pelabuhan Benoa, membutuhkan perhatian khusus seperti adanya stasiun Liguid Natural Gas (LNG) Maupun stasiun Pertamina," pungkasnya. Personil Polsek Benoa sangat antisipatip tehadap kejadian yang terjadi belakangan ini, apalagi menjelang Nataru.
Polsek bahkan akan menyurati seluruh perusahaan yang ada di pelabuhan agar memasang CCTV di kantor masing masing di samping CCTV yang sudah terpasang dari Pelindo dan TIK Polda Bali. Pelabuhan Benoa merupakan salah satu pintu masuknya Orang dan Barang ke Bali akan semakin perketat penjagaannya maupun pengawasannya.
Di jelaskannya, 3 polsek Jalaran Polresta ini tidak mau kecolongan sekecil apapun karema resikonya cukupbesar. Mengingat wilayah ini merupakan Objek Vital Nasional. "Ya Polsek Benoa, Densel dan Denbar penyikapi fenomena Bom yang terjadi di Bandung sehingga dilakukan peningkatan keamanan. Apalagi ini menjelang Nataru. Kami pertempuran pergerakan aksi teror. Sejauh ini masih aman," paparnya.
Menjelang Pengamanan perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Polresta Denpasar memberikan jaminan keamanan dengan meningkatkan kegiatan Kepolisian seperti Patroli, kemudian pendataan penduduk non permanen yang bersinergi dengan Sipandu Beradat. "Kita wajib memberikan keamanan dan menjaga kamtibnas sehingga masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Bali merasa aman dan nyaman," ucap Kapolresta. (dre/rid) Editor : M.Ridwan