Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jenis Buaya di Legian Buaya Muara, Panjang Bisa Capai 6 Meter dan Jenis Ganas

Hari Puspita • Kamis, 5 Januari 2023 | 14:41 WIB
TERNYATA JENIS BUAYA GANAS : Buaya muara yang ditangkap di kawasan depan Hotel Padma, Legian, Kuta, Badung. (foto: istimewa)
TERNYATA JENIS BUAYA GANAS : Buaya muara yang ditangkap di kawasan depan Hotel Padma, Legian, Kuta, Badung. (foto: istimewa)
KUTA, radarbali.id-  Temuan adanya buaya di depan Hotel Padma, Legian, Kuta, Badung, adalah jenis buaya muara atau buaya bekatak alias Crocodylus porosus adalah jenis buaya terbesar di dunia. Dinamai demikian karena buaya ini hidup di sungai-sungai dan di dekat laut  atau air asin dan tawar , air payau atau muara sungai. Pertemuan air sungai dan air laut.

Kepastian bahwa buaya tersebut adalah jenis buaya muara seperti   dituturkan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali R. Agus Budi Santosa, usai penangkapan dilakukan terhadap buaya tersebut.

Para petugas Balawista dibantu para pedagang di sekitar pantai, berusaha menangkap buaya dimaksud dengan menggunakan tali dan bambu yang biasa tersedia untuk pertolongan korban tenggelam.

Setelah ditangkap dan diikat  tanpa ada korban jiwa atau luka, Buaya dapat diangkut ke mobil Rescue BKSDA Bali. "Hasil identifikasi buaya berjenis buaya muara atau buaya air asin jenis Crocodylus porosus, panjang sekitar 3 meter," terangnya.

Dijelaskan, panjang 3 Meter lazimnya dicapai setelah buaya berumur 4-5 tahun. Bahkan bila kebutuhan makanannya tercukupi, panjangnya bisa mencapai 6 meter.
Dari keterangan yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali menyebutkan bahwa jenis buaya muara ini  ternyata dikenal juga dengan nama Saltwater crocodileIndo-Australian crocodile, hingga sebutan yang seram: man-eater crocodile, atau buaya yang pemakan manusia.

Buaya muara sungai ini tersebar di seluruh perairan dataran rendah dan perairan pantai di daerah tropis Asia SelatanAsia Tenggara, dan Australia atau Indo-Australia.

Panjang tubuh buaya ini (termasuk ekor) biasanya antara 4,5 sampai 5,5 meter. Namun bila makanannya tercukupi, panjangnya bisa mencapai lebih dari 6 meter. Bobotnya bisa mencapai lebih dari 1.000 kilogram, mencapai 1 ton!

Buaya muara memiliki wilayah perantauan mulai dari perairan Teluk Benggala, SrilangkaBangladeshIndia, hingga perairan Polinesia,Kepulauan Fiji dan Vanuatu, Australia, Asia Tenggara. Sedangkan habitat favorit untuk mereka adalah perairan Nusantara, Indonesia dan Australia.

Apakah buaya yang ditangkap ini buaya jantan atau betina? Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali R. Agus Budi mengaku belum memastikan.  "Terkait jenis kelamin, belum diketahui," timpalnya.

Petugas Balai KSDA Bali juga meminta agar anggota Balawista beserta masyarakat sekitar pantai untuk waspada terhadap kemungkinan adanya buaya muara lain di sekitar pantai.

Setelah ditangkap dan diselamatkan, buaya muara itu sesuai  arahan langsung Direktur KKHSG yang kebetulan hadir di BKSDA Bali. "Buaya  tersebut langsung diibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tabanan untuk penanganan lebih lanjut," tutupnya.

Seperti diketahui, buaya ini awalnya terpantau  seorang penjaga pantai , yakni Dewa Made Juliarta dan Mogik Biyantar. Saat itu mereka sedang memantau keamanan pantai Kuta, Legian.

 

Mendadak mereka lalu melihat seekor buaya sedan berenang dan berjalan ke arah pantai di Pantai depan Hotel Padma Legian Kuta Badung. Selanjutnya mereka  menghubungi Pos Induk Balawista untuk meminta bantuan personel Balawista lainnya untuk melakukan penangkapan terhadap buaya tersebut. [andre sulla/radar bali]

  Editor : Hari Puspita
#buaya muara di kuta #buaya di Legian #buaya muara ditangkap #buaya muara #buaya di pantai