Dikatakan, menanggapi beredar nya video viral tersebut, Ditreskrimsus Polda Bali berhasil menemukan 2 pengendara scoopy yaitu I Nyoman Nala serta I Wayan Dameana. Penyidik Ditreskrimsus Polda Bali kemudian memintai keterangan keduanya. Dua pria ini mengaku bahwa anjing tersebut sudah dalam keadaan mati sebelum diseret menggunakan sepeda motor. Menurut keduanya, anjing yang tampak di video sudah dalam keadaan mati di tempat sampah kos milik mereka.
"Karena menimbulkan bau yang tak sedap dan takut tertular penyakit ke hewan lai. dan akhirnya mereka membawa dengan cara diseret untuk dibuang” ucap Kabid Humas Polda Bali. Karena cara yang dilakukan itu sangat meresahkan sehingga, mereka mengaku menyesal. Keduanya telah meminta maaf terkait video viral yang menimbulkan kegaduhan dan perasaan tidak enak di tengah-tengah masyarakat.
Walaupun demikian, penyidik dari Polda Bali akan tetap melakukan pembinaan kepada yang bersangkutan terkait tindakan nya tersebut, karena bagaimanapun alasannya tindakan mereka sudah menimbulkan rasa tidak menyenangkan pada masyarakat Bali. "Berharap dikemudian hari tidak terulang kejadian yang serupa yang dapat menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat Bali” tambah Kabid Humas Polda Bali
Pun dikatakan, setelah diusulkan, anjing coklat itu dibantai, dikawasan Perum Puri Jimbaran, Jumat 25 Desember 2022. Setelah melakukan pengembangan, anjing itu dibantai oleh Fajar Warga Goang Gong Jimbaran sewaktu. Fajar pun membenarkan saat dipanggil oleh pihak Poksek Kuta Selatan Selasa (4/1). Dijelaskan Kabid Humas, kejadian ini berawal ketika Fajar melintas dengan sepeda motor dari Perumahan Puri Jimbaran.
Secara tiba-tiba, di kejar Anjing coklat dan menggigit betis sebalah kiri. Dia mencari informasi terkait pemilik anjing, namun warga setempat mengatakan bahwa anjing liar. Menghindari agar tidak memakan korban lain, Fajar pulang ke Goagong Membawa senapan angin dan pedang karena dikhawatirkan anjing tidak sehat. Sebab anjing itu sedikit linglung.
Dengan senapan angin membidik dan menembak. Anjing Coklat yang Luka tersebut lari kerumah warga Blok B/ 14. Saat dikejar, malah anjing itu justru berusaha menyerang, ia lalangsung membantai menggunakan pedang. "Dikhawarkan anjing itu rabies juga, saat itu juga Fajar pulang dan menuju Puskesmas Nusa Dua usai membuang anjing itu di tempat sampah kosan," bebernya. Walaupun demikian, Fajar juga telah meminta maaf kepada semua pihak. Khususnya warga Jimbaran atau Kuta Selatan terkait tindakan spontan. (dre/rid) Editor : M.Ridwan