USAI kejadian, pantauan Jawa Pos Radar Bali, kondisi tempat itu masih berantakan. Awut-awutan. Ada dua kamar yang terdampak dahsyatnya ledakan tersebut. Yaitu kamar nomor 4 dan kamar nomor 3.
Tempat itu telah dipasangi garis polisi. Kondisi kerusakan paling parah di kamar nomor 4 yang ditempati pasangan suami istri bernama Thimotius Lelu Dangga, 35, dan Sanalia Gollu Wolla, 27. Mereka berdua sama-sama berasal dari Desa Limbu Watu, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.
Di kamar itu, plafon dan atanyanya runtuh. Bahkan plafon depan bagian tersebut pun bolong. Pintu dan jendela pun terlepas.
Sedangkan perabot runah tangga yang berada di dalam satu ruangan dengan kamar itu terlihat masih utuh. Sedangkan atap di kamar nomor 3, bolong sebagian.
Pun keramik kamar masih mulus, tak ada pecah. Apalagi bolong. "Akibat ledakan ini, Thimotius Lelu Dangga alami luka bekar di punggung dan istrinya Sanalia Gollu Wolla, menderita luka bakar di di setuju tubuh, dan terarah di bagian wajah,” ujar wanita sapaan Rambu, Sabtu (7/9/2023).
Perempuan yang juga menempati salah satu kos di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Mengatakan bahwa pasutri (korban) memiliki sifat pendiam dan tertutup.
Keduanya diketahui baru sebulan kos di TKP, dan jarang bergaul. "Kami sama-sama asal Sumba, tapi mereka tertutup. Saya sempat ngobrol dengan istrinya, katanya mereka memiliki dua anak, namun anak-anak dititipkan ke orang tua di Sumba," kisahnya.
Dikatakan, saat kejadian diketahui hujan lebat disertai angin. Namun, seusai ledakan, penghuni enam kamar ini syok, terkejut luar biasa. Ini lantaran kos- kosan terasa terbilang seperti gempa bumi.
Saat itulah baru diketahui bahwa ada ledakan di kamar nomor 4. Sedangkan saat itu, penghuni kamar nomor 3 tidak ada di tempat. Sebelum kejadian, setahu tetangga kos-kosan ini, seluruh kamar menutup pintu dan jendela. Termasuk kamar nomor 4 itu juga.
"Kami penghuni enam kamar ini ketakutan. Paling parah istrinya. Saat kejadian, dia sedang memasak, sehingga kami menduga, dipicu ledakan gas elpiji. Namun setelah dicek sama polisi, tabung gas dan kompor justru utuh," kisahnya.
Tetapi ada versi lain bahwa kuat dugaan, petir yang mengakibatkan adanyanya ledakan. "Ada informasi lain juga yang berkembang bahwa penyebabnya karena petir. Kami tidak sempat interogasi pasutri itu, karena kami ketakutan, mereka langsung di bawa ke RS Wangaya," kisahnya.
Dikonfirmasi terpisah, keterangan pemilik kos-kosan, I Made Nata,61, kepada Jawa Pos Radar Bali , mengatakan bahwa penghuni kamar nomor empat baru sebulan ngekos di situ.
Istrinya bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART). Sedangkan suaminya bekerja di sebuah toko bangunan kawasan Gatsu Barat. "Terus terang, saya masih tidak percaya terkait penyebab ledakan adalah elpiji, apalagi petir. Isi dalam kamar aman (tidak terbakar). Baik itu kasur tidur, lemari maupun perabot rumah tangga. Biarlah polisi yang selidiki," tuturnya.
Dikatakan, penyebab ledakan masih misterius. Dia pun menyarankan kepada Jawa Pos Radar Bali agar mengonfirmasi ke Polresta Denpasar. Pun Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi, terkait penyebab ledakan, pihaknya masih selidiki.
Karena itu, juru bicara Polresta Denpasar enggan berspekulasi. “Apakah ledakan gas atau petir, kami belum bisa komentar. Kami tunggu pasutri itu membaik, baru memintai keterangan mereka,” pungkasnya.
Seperti dikabarkan sebelumnya, warga kota digegerkan dengan bunyi ledakan. Pun disertau kebakaran di dalam kamar kos-kosan, No 4, Jalan Kebo Iwa Utara, Gang Gandari, Banjar Batu Paras, Padangsambian Kaja Denpasar, Jumat (6/1) sekitar pukul 07.00.
Akibat ledakan misterius disertai api itu, penghuni kos-kosan, yakni pasangan suami istri asal Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya NTT, mengalami luka bakar serius pada setuju tubuh dan sementara dirawat di RS Wangaya Denpasar. [andre sulla/radar bali]
Editor : Hari Puspita