Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Konsisten Olah Sampah Jadi Pupuk dan Dijual Ke Bank Sampah, DLHK Denpasar Galakkan TPS3R

M.Ridwan • Senin, 9 Januari 2023 | 04:00 WIB
JADI KOMPOS: Proses oencacahan sampah organik di salah satu TPST3R di Kota Denpasar yang diolah jadi pupuk. Foto: DLHK Kota Denpasar for Radar Bali
JADI KOMPOS: Proses oencacahan sampah organik di salah satu TPST3R di Kota Denpasar yang diolah jadi pupuk. Foto: DLHK Kota Denpasar for Radar Bali
DENPASAR,radarbali  Problem sampah tak pernah selesai. Formulasi baru, taktis dan bernilai ekonomis terus dicari. Di Kota Denpasar saja rata-rata volume sampah Kota Denpasar sekitar 800 ton per hari. Dari sampah itu tidak semua dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Suwung karena yang bisa diolah akan disisihkan. Seperti sampah organik  diolah menjadi kompos di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse dan Recycle (TPS 3R).

Diwawancarai dengan kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wibawa mengatakan, Denpasar memiliki 21 TPS3R.  Sampah organik yang masuk TPS3R diolah oleh pengelola  menjadi kompos melalui pencacahan.

Lebih lanjut, dikatakan sampah yang diolah di masing-masing TPS3R sekitar 1,5 sampai 5 ton per hari. "Aktivitas rutin di TPS3R Kota Denpasar yang dikelola oleh masyarakat menangani sampah-sampah sisa upakara usai hari raya yang nantinya akan menjadi pupuk kompos," ucapnya. Untuk mendukung gerakan mengurangi sampah ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir), Gustra--sapaan akrabnya-- mengajak masyarakat untuk terus melakukan pemilahan sampah. Seperti sampah anorganik, yaitu jenis botol, plastik, atau sampah  yang dapat didaur ulang yang bisa  dijual ke bank sampah.

Sementara itu, di tempat terpisah para kader posyandu Banjar Prajasari, Kelurahan Peguyangan, mengumpulkan sampah anorganik kemarin (8/1), Para kader melakukan penimbangan sampah, yang langsung dikoordinir oleh para kader yang juga pengelola bank sampah.

Lurah Peguyangan, I Gede Sudi Arcana menyebut, dari hasil penimbangan sampah tersebut berhasil terkumpul 81 Kilogram sampah yang dibawa para warga yang berbondong ke lokasi. Dengan perincian jenis sampah antara lain, kardus, kaleng dan beberapa jenis sampah lainnya.

"Para kader di Banjar Prajasari ini tentu sangat menginspirasi karena di tengah kesibukan yang padat dalam menyiapkan keperluan Hari Raya Galungan dan Kuningan, para kader masih mampu menggelar kegiatan rutin ini," jelas Sudi Arcana.

Menurutnya, sejatinya penimbangan sampah ini merupakan kegiatan rutin pada Minggu kedua setiap bulannya. Namun, karena nantinya akan bertepatan dengan Hari Raya Umanis Kuningan, maka kegiatan ini dimajukan di Minggu pertama.

"Pelaksanaan kegiatan hari ini merupakan rangkaian beberapa kegiatan. Dimana berfokus pada pelayanan kesehatan warga dan juga kebersihan lingkungan. Jadi memang, dengan harapan warga yang mendatangi Posyandu juga sekaligus membawa sampah non organiknya untuk ditimbang," papar Sudi Arcana. (feb/rid)

  Editor : M.Ridwan
#sampah jadi pupuk #tps3r #bank sampah #pengolahan sampah #dlhk kota denpasar