Kegiatan ini sempat terhenti tahun 2020 karena pandemi Covid-19. Kembali dilanjutkan tahun ini yang dikhususkan untuk kelas VI SD. Ogoh-ogoh tahun ini dimulai dibuat sejak seminggu lalu.
Pendanaan membuat ogoh-ogoh hasil iuran anak-anak. Setiap anak menyumbang Rp 2.000 yang dipungut seminggu sekali. Uang itu untuk membeli bahan-bahan patung raksana ini. Tema yang tentang bhuta kala (makhluk besar dan menakutkan). Ada berbagai bentuk dari manusia serigala dan raja tamak. "Saya hanya membimbing saja. Mereka yang berkreasi," terangnya.
Baik kelas VI A dan VI B, anak perempuan ikut partisipasi membuat hiasan ogoh-ogoh. Pengerjaannya dilakukan setiap pulang sekolah. "Semua terlibat. Yang cewek-cewek buat hiasan ikut nempel juga dan yang cowok buat ogoh-ogohnya," tuturnya.
Untuk membuat ogoh-ogoh ini, mereka sudah urunan sejak jauh-jauh hari sebesar Rp 2 ribu setiap minggunya. “Ogoh-ogoh ini sudah menghabiskan kurang lebih Rp 300 ribu,” ucapnya.
Esa mengakui, respons orang tua tidak keberatan dengan aktivitas membuat ogoh-ogoh setelah pulang sekolah. Akuinya para orang tua turut senang karena anak-anak lebih semangat sekolah. " Orang tua malah senang mereka yang antar. Daripada main gawai saja di rumah," ucapnya. (feb/rid)
Editor : M.Ridwan