Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Langka! Anak SD PGRI Kota Denpasar Buat Ogoh-ogoh, Akan Diarak Menjelang Nyepi

M.Ridwan • Kamis, 16 Februari 2023 | 08:30 WIB
KREASI: Ogoh-ogoh kreasi anak sekolah dasar PGRI Kota Denpasar. FOTO: ADRIAN SUWANTO/RADAR BALI
KREASI: Ogoh-ogoh kreasi anak sekolah dasar PGRI Kota Denpasar. FOTO: ADRIAN SUWANTO/RADAR BALI
DENPASAR,radarbali.id - Siswa kelas VI SD PGRI Kota Denpasar di Jalan Meduri, Denpasar  berkreasi membuat ogoh-ogoh. Anak-anak membuat dua buah ogoh-ogoh  memeriahkan Hari Raya Nyepi. Ogoh-ogoh akan diarak sebelum Ngerupuk di halaman sekolah. "Mulai tahun 2019 awalnya buat pelajaran seni budaya. Bukan ogoh-ogoh, tapi ada yang buat ogoh-ogoh ya. Mereka buat dari botol air mineral," ucap Guru Seni Budaya dan Prakarya Kelas VI SD PGRI Kota Denpasar I Wayan Esa Dananjaya, kemarin (15/2).

Kegiatan ini sempat terhenti tahun 2020 karena  pandemi Covid-19.  Kembali dilanjutkan  tahun ini yang dikhususkan untuk kelas VI SD. Ogoh-ogoh tahun ini dimulai dibuat sejak seminggu lalu.

Pendanaan membuat ogoh-ogoh hasil iuran anak-anak.  Setiap anak menyumbang Rp 2.000 yang dipungut  seminggu sekali.   Uang itu untuk membeli bahan-bahan patung raksana ini. Tema yang tentang bhuta kala (makhluk besar dan menakutkan).  Ada berbagai bentuk dari manusia serigala dan raja tamak. "Saya hanya membimbing saja. Mereka yang berkreasi," terangnya.

Baik kelas VI A dan VI B, anak perempuan ikut partisipasi membuat hiasan ogoh-ogoh.  Pengerjaannya dilakukan setiap pulang sekolah. "Semua terlibat. Yang cewek-cewek buat hiasan ikut nempel juga dan yang cowok buat ogoh-ogohnya," tuturnya.

Untuk membuat ogoh-ogoh ini, mereka sudah urunan sejak jauh-jauh hari sebesar Rp 2 ribu setiap minggunya. “Ogoh-ogoh ini sudah menghabiskan kurang lebih Rp 300 ribu,” ucapnya.

Esa mengakui, respons orang tua  tidak keberatan dengan aktivitas membuat ogoh-ogoh setelah pulang sekolah.  Akuinya para orang tua turut senang karena anak-anak lebih semangat  sekolah. " Orang tua malah senang mereka yang antar. Daripada main gawai saja di rumah," ucapnya. (feb/rid)

  Editor : M.Ridwan
#anak SD PGRI bikin ogoh-ogoh #kreasi ogoh-ogoh #ogoh-ogoh #SD PGRI Kota Denpasar