Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa menuturkan setiap tahun Pemkot menganggarkan hampir Rp 1 Miliar untuk menambal jalan di kawasan tersebut. "Setiap tahun PDAM kami menganggarkan biaya bongkar aspal itu hampir Rp 800 sampai Rp 900 juta setiap tahunnya. Cukup tinggi biayanya makanya kami pakai dana KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha).
Maka, Pemkot Denpasar akan memperbaiki jalan Nangka Utara, dari Jalan Kemuda ke Selatan hingga depan Banjar Tainsiat memakai anggaran induk. Pada anggaran perubahan akan memperbaiki di dari Jalan Kemuda hingga Jalan Antasura. "Tahun ini dari Blusung sampai dengan Jalan Nangka Selatan akan clear," terangnya.
Dalam pengerjaannya akan dilakukan selama dua tahap yakni menggunakan anggaran APBD induk dan APBD perubahan. Kadek Agus mengaku Pemkot sudah melakukan perhitungan, Jalan Nangka Utara kalau tidak dikerjakan tahun ini, Pemkot akan menunggu perencanaan KPBU yang direncanakan PDAM. Itu pun paling cepat di akhir tahun 2024. "Sehingga ada rentan yang waktu cukup panjang. Maka kami perbaiki dulu. Sambil berjalan pelaksanaan KPBU di titik mana dilakukan pembongkaran pipa, jelaskan .
Perbaikan jalan ini sudah mulai proses tender, akhir Mei akan diumumkan pemenang tender sehingga segera digarap. Politisi PDIP ini menyebut, ada dua nomenklatur dalam APBD terkait dengan jalan ini yakni Jalan Nangka Utara dari simpang Jalan Kemuda hingga ke depan Banjar Tainsiat, dan dari simpang Jalan Kemuda menuju ke Jalan Antasura. Pembongkaran pipa dengan sistem KPBU tahun diperkirakan bisa dilakukan 2025 mendatang, pihaknya akan menentukan titik-titiknya. Sehingga pelaksanaannya menjadi lebih efektif dan semua bisa berjalan.
Sementara itu, untuk perbaikan jalan tahun 2023, Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) menganggarkan pagu sebesar Rp 51 miliar lebih. Selain peningkatan infrastruktur jalan kota, DPUPR juga akan mengerjakan peningkatan infrastruktur jalan lingkungan yang berada di 33 desa/kelurahan. [ni kadek novi febriani/radar bali]
Editor : Hari Puspita