Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi menyatakan, orok ini ditemukan pertama oleh warga bernama Daniel, 38. Saat itu dia sedang mancing di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 16.00.
Namun saat tengah asyik melempar joran, ia melihat sesuatu benda menyangkut di bantaran sungai.
Awalnya dikira benda tersebut adalah bangkai binatang. Setelah diamati baik-baik, bahkan didekati, ternyata benda tersebut adalah mayat orok. "Saat ditemukan orok terlihat tidak utuh, bahkan menebar bau busuk," tambahnya. Daniel memberitahu warga sekitar dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Denpasar Selatan.
Tak berselang lama, aparat Polsek Denpasar Selatan dan Tim Identifikasi Polresta Denpasar tiba di lokasi untuk melakukan Olah TKP. Hasil pemeriksaan petugas, jasad orok laki-laki posisinya terlentang, kepala menghadap ke atas, dan disekujur tubuhnya sudah dalam keadaan membusuk.
Diperkirakan orok sudah berumur tujuh bulan dan dibuang kesungai sekitar dua hari lalu di sungai, kemudian hanyut dan tkandas di TKP. Selanjutnya, jenazah bayi ini dibawa ke RSUP Prof Ngoerah (Sanglah) menggunakan Ambulans milik BPBD Kota Denpasar.
Pihaknya menyimpulkan, kemungkinan pelaku sengaja membuang bayi malang tersebut untuk menghilangkan aib dari hasil hubungan gelap. Saat ini, kepolisian tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap oknum tak bertanggung jawab yang tega melakukan perbuatan ini. "Kami masih melakukan penyelidikan," tutupnya. (dre/rid) Editor : M.Ridwan