POSISINYA di dekat jembatan. Pelinggih yang berwujud wanita tua berwarna putih dipercaya punya kekuatan gaibbagi mereka yang memohon sesuatu.
Banyak cerita permintaan berhasil dikabulkan. Seperti memohon jodoh, anak, pekerjaan hingga keluar dari permasalahan hidup.
Biasanya, mereka yang dating melakukan sejumlah ritual terlebih dulu. Antara lain dengan bersembahyang, menghaturkan pejati (persembahan) kemudian menceritakan keluh kesah, kalau yakin apa yang diinginkan bisa dikabulkan oleh Ida Ratu Niang Sakti.
“Waktu ini ada yang datang berencana cerai tapi kesini sembahyang tidak jadi cerai. Ada yang tidak punya anak selama 11 tahun iseng saja kesini akhirnya punya anak merasa diri berhasil datang mengucapkan terima kasih,” terang pengempon pelinggih tersebut Anak Agung Ngurah Gede Agung atau yang akrab disapa Turah Gede, saat ditemui kemarin (19/5/2023).
Patung ini berdiri pada 18 Oktober 1998. Turah gede menceritakan berdirinya pelinggih ini dikarenakan saat upacara memukur sekitar tahun 1998 dia bertemu seorang nenek-nenek melintas saat itu sedang mengantar Ida Pedanda. Nenek tersebut meminta rarapan untuk dihaturkan supaya upacara memukur berjalan sukses.
Turah Gede pulang mencari rarapan, saat dia balik lagi membawa rarapan nenek tersebut menghilang. "Saya percaya nenek tersebut Ratu Niang. Saya beritahu kakak saya Turah Pong. Ia bilang kalau acara sukses dibangun pelinggih Ratu Niang," kenang Pria berusia 74 tahun ini.
Pelinggih Ratu Niang memang terkenal untuk meminta (nunas) sesuatu. Banyak yang datang sembahyang adalah para pedagang yang ingin lancarkan rezekinya. Tidak hanya dari Denpasar, tapi juga ada yang dari luar Bali. Seperti Bandung, Surabaya, Papua, Ambon, dan Nusa Tenggara Timur. Ada juga dari luar negeri seperti Nederland dan Swiss.
Pelinggih Ratu Niang memang terkenal untuk memohon sesuatu seperti susah memiliki keturunan atau keturunan laki-laki yang seringkali permintaan itu terwujud.
“Tiga hari lalu dari Tianyar, Karangasem, ada yang datang seorang ibu-ibu mengucapkan terima kasih karena sudah berhasil punya anak lelakI ia bawa tedung (payung) dan pejati. Menghaturkan sendiri ucapkan terima kasih," katanya.
Turah Gede mengatakan Ratu Niang ibaratkan angin di manapun bisa berada. Lanjutnya, ada yang meminta kesembuhan dari penyakit yang lama telah diderita dan berhasil sembuh. Para pemedek yang datang juga bisa melukat di bawah pelinggih tersebut karena ada sumber mata airnya. "Bagi yang melukat . Hubungi saya dulu. Bawa daksina linggih dan pejati," ucapnya.
Katanya, ada yang ingin supaya dipertemukan dengan jodoh dan juga terkabul. Tidak hanya orang biasa, orang pintar atau dukun datang bersembahyang ke Ratu Niang. Disinggung menjelang Pemilu 2024, katanya ada orang yang akan maju Pemilu 2024 datang meminta restu ke Ratu Niang. Namun, bagi mereka yang akan maju di Pemilu lihat juga massanya apakah memiliki pemilih. "Kalau tidak punya massa sama saja ngapain, " cetusnya.
Yang bertanggung jawab terhadap pelinggih ini adalah keluarga Turah Gede dari Puri Jro Kuta. Meski dari pemerintah juga turut membantu memberikan sumbangan setiap tahun untuk upacara di pelinggih tersebut. [ni kadek novi febriani/radar bali]
Editor : Hari Puspita