DENPASAR, Radar Bali.id- Penyeberangan di Sanur lancar meski ombak tampak tinggi. Menurut data prakiraan cuaca Balai Besar Wilayah III Denpasar tinggi gelombang Sanur -Nusa Penida masih ukuran sedang, berkisar 1.25 hingga 2.5 meter.
Dikonfirmasi dengan kepala Wilayah Kerja Sanur Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) I Ketut Suratnata mengatakan, yang tampak itu ombak bukan gelombang tinggi. Ombak untuk surfing lebih tinggi lagi dibandingkan ombak di Sanur. "Itu ombak pantai. Apalagi pantai pantai untuk surfing lebih tinggi lagi," ucapnya.
Dikatakan bahwa cuaca buruk KSOP pasti akan menunda total pelayaran."Darimana tahu gelombang tinggi, apakah ikut layar?Sudah pasti kalau cuaca buruk kami akan tunda total pelayaran," jawabnya saat dihubungi kemarin.
Disinggung mengenai jumlah kapal dalam penyeberangan di Sanur, ia mengaku belum melihat data karena sedang melayat."Saya sudah bilang saya baru datang dari melayat. Ke kantor saja belum sempat lihat data," jawabnya.
Dikonfirmasi dengan Prakirawan Balai Besar Wilayah III- Denpasar BMKG Kadek Setiya Wati mengatakan, prakiraan cuaca yang berlaku hingga kemarin (5/8) pukul 20.00. Kondisi cuaca berawan, namun tinggi gelombang berbeda-beda. Lebih dominan tinggi gelombang kategori sedang, yakni di Padang Bai-Lembar; Sanur-Nusa Penida; Padang Bai- Nusa Penida; dan Kusamba-Nusa Penida. Selain itu, untuk gelombang rendah di Gilimanuk-Ketapang dan Kayangan-Pototano. "Tinggi gelombang ada yang rendah dan sedang," ucapnya.
Prediksi cuaca tiga hari ke depan, cuaca secara umum diprediksi cerah hingga berawan. Angin umumnya bertiup dari arah Timur-Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 8-38 km/jam. Tinggi gelombang laut di Perairan Utara Bali berkisar antara 0.5-1.5 meter, di Perairan Selatan Bali berkisar antara 1- 4 meter, di Selat Bali berkisar antara 0.75-3.5 meter dan di Selat Lombok berkisar antara 0.75 -3.5 meter
"Waspada potensi peningkatan kecepatan angin permukaan yang mampu meningkatkan ketinggian gelombang laut hingga 2 meter atau lebih di Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian Selatan, dan Samudera Hindia Selatan Bali," jelasnya. [*]
Editor : Hari Puspita