DENPASAR, Radar Bali.id- Akibat fenomena El Nino beberapa daerah mengalami kekeringan, namun di Kota Denpasar belum ada tercatat gagal panen. Tercatat luas lahan sawah di Denpasar 2000 hektare yang sudah dilindungi asuransi sebesar Rp 72 juta.
Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Anak Agung Gde Bayu Bhramasta mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan petani yang mengalami kerugian. Kendati demikian, petani Denpasar sempat mengalami kerugian saat hujan terus menerus pada Januari hingga Maret.
sehingga ada klaim akibat banjir di Subak Margaya Denpasar barat 1,75 hektar dan di Subak Renon 2 hektare. "Sampai saat ini belum berdampak tapi kami terus mengadakan antisipasi," ucapnya.
Dikatakan Gung Bayu sudah menjadi program Dinas pertanian menganggarkan asuransi pertanian untuk memberikan perlindungan kepada para petani, pertanggungan risiko usaha tani khususnya tani padi. " Sudah kami cover 2000 hektare itu program rutin," ujarnya.
Seperti diketahui Indonesia diperkirakan akan mengalami musim kemarau panjang hingga Oktober sebagai dampak dari El Nino dan terancam krisis air bersih. BNPB telah mengumumkan puncak musim kemarau dampak dari El Nino akan terjadi pada September dan Oktober mengakibatkan kekeringan di pulau-pulau di bawah garis khatulistiwa termasuk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. [*]
Editor : Hari Puspita