Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Proyek Pembangunan Jalan Baru di Sanur Masih Tahapan feasibility study

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 1 Oktober 2023 | 05:30 WIB
JALUR KRODIT: Salah satu ruas jalan area akses untuk jalan lingkar menuju pelabuhan Sanur.
JALUR KRODIT: Salah satu ruas jalan area akses untuk jalan lingkar menuju pelabuhan Sanur.
 
DENPASAR, radarbali.id  Pelabuhan Sanur yang baru setahun beroperasi membawa perubahan signifikan pada pertumbuhan pariwisata. Namun, di lain  sisi juga menjadi pemicu kemacetan sekitar pelabuhan. Pemerintah provinsi Bali berencana membangun jalan bypass untuk memecah penumpukkan kendaraan.
 
 Dikonfirmasi dengan kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang,  Perumahan dan Kawasan Permukiman  (PUPR) Provinsi Bali Nusakti Yasa Weda mengatakan ada perencanaan jangka panjang membangun jalan  untuk mengurangi beban lalu lintas di Jalan Ngurah Rai.  Tahapan saat ini masih feasibility study (FS). 
 
Dikatakan saat ini diupayakan mengenai lahan. Pemerintah  akan mengajak para pemilik lahan dengan pola kerja sama menata di kawasan sekitar sehingga terintegrasi dengan parkir yang juga sebagai  kawasan pendukung usaha kecil menengah (UKM) maupun UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). 
 
Baca Juga: Pengelolaan Pelabuhan Sanur Belum Diserahkan, Pemkot Gigit Jari, Sharing Lahan Rp 148 Miliar Begini Jadinya
 
"Diperkirakan FS selesai Oktober itu menelan anggaran Rp 245 juta," ucap Nusakti. 
 
Sementara itu, diwawancarai terpisah dengan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyatakan, pembangunan jalan panjangnya ekitar 3 kilometer.  Kemungkinan  kalau jangka pendek alurnya muter dari Pelabuhan Sanur. Jika memilih jangka menengahnya lewat Padang Galak dan  jangka panjangnya  lewat Jalan Prof Ida Bagus Mantra.   
 
"Beliau (Pj Gubernur Bali)  berpikir jangka pendek, menengah  dan panjang," urai Jaya Negara. 
 
Baca Juga: Pelabuhan Sanur Masih Dikelola Pusat, Dishub Denpasar Ingatkan Ada Aset Daerah
 
Sesuai regulasi Pelabuhan Sanur seharusnya dikelola pemerintah kota Denpasar. Karena saat ini masih masa pemeliharaan sehingga Jaya Negara memaklumi  pemerintah pusat yang menangani. Jaya Negara mengakui selalu mendapat keluhan kemacetan dan banyak yang  menyalahkan karena salah kelola pada pelabuhan.
 
Tetapi di satu sisi tidak bisa menyalahkan karena  pelabuhan ini berdampak signifikan bagi kunjungan wisatawan.
 
"Kami sebenarnya kalau dibilang dirugikan tidak boleh karena manfaat Pelabuhan Sanur ini besar sekali untuk kenaikan pariwisata itu juga kami berterima kasih sekali. Harapan kami pemerintah pusat mengambil kebijaksanaan yang berdasarkan regulasi tentang pengelolaan," tuturnya.
 
Baca Juga: Celaka! Dihantam Ombak, Perahu Logistik dari Pelabuhan Sanur ke Nusa Lembongan Terbalik, Muatan Amblas
 
Jaya Negara tidak mempermasalahkan siapa yang mengelola asalkan sesuai regulasi. Ia menyinggung pemerintah kota Denpasar juga berkontribusi dalam pembangunan pelabuhan dengan memberikan  lahan milik Pemerintah Kota Denpasar  seluas 74 are untuk Pelabuhan Sanur.
 
'Kami serahkan lahan agar pelabuhan itu bisa berjalan dengan baik. Harapan itu bisa dipertimbangkan juga. Idealnya pembangunan itu  menghidupkan yang kecil dan saling berbagi itu sih  intinya, "harapnya.
 
Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya sudah berpesan  kepada  kepala Staf Presiden Moeldoko mengunjungi Pelabuhan Sanur supaya pembangunan Pelabuhan Sanur berdampak kepada  provinsi dan Kota Denpasar maupun desa adat.***
Editor : M.Ridwan
#feasibility study #FS #jalan baru #sanur #pembangunan jalan