Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dari Aksi Penyuluhan Polisi Cegah Bullying di Denpasar: Akan Berhasil Bila Semua Pihak Kompak Mendukung

Andre Sulla • Minggu, 8 Oktober 2023 | 19:05 WIB
SANTAI NGOBROL DENGAN BOCAH : Kapolsek Denpasar Utara, Iptu I Putu Calros Dolesgit lakukan sosialisasi cegah kasus bullying di SD. (istimewa)
SANTAI NGOBROL DENGAN BOCAH : Kapolsek Denpasar Utara, Iptu I Putu Calros Dolesgit lakukan sosialisasi cegah kasus bullying di SD. (istimewa)

Upaya mencegah dan menanggulangi kasus bullying di tingkat Sekolah Dasar (SD) dilakukan aparat Kepolisian Sektor Denpasar Barat. Acara penyuluhan ini antara lain dengan menggelar sosialisasi.

 ACARA sosialisasi itu berlangsung, Jumat 6 Oktober 2023.Kapolsek Denpasar Utara, Iptu I Putu Calros Dolesgit mengatakan  bahwa  dalam sosialisasi pencegahan bullying di sekolah adalah langkah positif untuk melindungi generasi muda.

Namun, masalah bullying bukan hanya tanggung jawab polisi atau sekolah saja.


Baca Juga: Polisi Datangi Sejumlah Sekolah Dasar, Beri Penyuluhan Cegah Bullying di Kalangan Pelajar
Diperlukan kerjasama dan komunikasi aktif, dari semua pihak. Termasuk siswa, guru, orang tua, serta komunitas, untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan penuh penghormatan atau integritas.

Dengan upaya dan komitmen bersama, Polresta Denpasar, Masyarakat dan seluruh komponen, dapat membangun dan menciptakan masa depan yang lebih baik. "Tentunya bagi anak-anak dan remaja, di mana mereka dapat tumbuh dan berkembang tanpa rasa takut dan intimidasi," beber Kapolsek, Sabtu (7/10/2023).

Sebab, anak anak ini adalah harapan bangsa dan asset bangsa dimasa yang akan datang. "Karena itu, kami lakukan upaya Cegah Bullying di Sekolah. Mari bersama-sama hindari perundungan siswa dan membangun Lingkungan Belajar yang Nyaman," tutup Iptu Carlos.

Dalam perbincangan secara terpisah, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Dr. Bambang Yugo Pamungkas, melalui Kasat Polair Polresta Denpasar, Kompol Raka Sugita, mengatakan bahwa bullying merupakan masalah serius yang dapat mempengaruhi kesejahteraan fisik, emosional, dan psikologis anak-anak dan remaja.

Untuk meningkatkan kesadaran dan pencegahan terhadap fenomena bullying di kalangan anak-anak khususnya pelajar sekolah, Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Utara terjun sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah. Ini langkah nyata.

Sudah jadi bagian dari upaya kepolisian untuk aktif berperan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi para siswa. Menurut Data Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyebutkan sepanjang Januari sampai September 2023 ada 23 kasus bullying.

50 persen kasus perundungan ini terjadi di jenjang sekolah. Untuk mengatasi fenomena ini, Polresta Denpasar dengan tekad kuat melakukan sosialisasi pencegahan bullying di sekolah-sekolah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman.

Saling menghormati, dan mendukung perkembangan positif para siswa. Dengan banyakknya kasus bullying di sekolah-sekolah yang masyarakat lihat di media, Polresta Denpasar berkomitmen untuk menghadirkan program-program preventif.

Yang dapat mengurangi dan mencegah terjadinya tindakan perundungan dan tindakan kekerasan dengan tujuan bullying atau  rundungan di lingkungan pendidikan.

Polresta Denpasar mengingatkan agar Guru dan orang tua memiliki peran sentral. "Dalam mewujudkan lingkungan belajar yang bebas dari bullying di antaranya melalui pendidikan," timpal,” Kompol Raka Sugita.

Guru dan orang tua dapat mengedukasi anak-anak tentang pentingnya sikap saling menghormati. Juga berbicara terbuka mengenai pengalaman mereka di sekolah.[*]

Editor : Hari Puspita
#denpasar #bullying #perundungan