Selama ini kawasan Jalan Gajah Mada Denpasar dikenal sebagai kawasan Kota Pusaka lantaran jadi representasi dari kota tua. Indah nan khas dengan sejumlah bangunan tua yang difungsikan sebagai pertokoan, ternyata proses pengembangan terkendala akses jalan. Ini karena area itu masih menjadi akses utama di Denpasar. Beda dengan Kota Tua di Semarang, Jawa Tengah.
FAKTA ini diungkap langsung oleh Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara. Pria yang sebelumnya menjabat wakil wali kota ini mengatakan bahwa Jalan Gajah Mada, berbeda dengan Semarang. Ini karena bangunan tua di Kota Tua Semarang masih utuh tidak seperti di Denpasar.
"Kalau di Gajah Mada (Denpasar), kita jual story atau cerita," katanya, tentang status kawasan Jalan Gajah Mada di Kota Denpasar yang dikenal dengan bangunannya yang khas itu.
Di samping itu, permasalahan parkir juga masih jadi kendala dalam pengembangan Jalan Gajah Mada."Rencananya parkir itu di bawah Lapangan Puputan Badung, tapi tidak bisa langsung jadi karena dananya Rp 360 miliar," katanya.
Pihaknya sempat berkomunikasi bertemu dengan pengusaha di seputaran Jalan Gajah Mada dan komunitas Kampung Arab untuk memanfaatkan ruas Jalan Sulawesi. Sayangnya, belum ada kesepakatan semua mendukung hal itu.
Selama ini kawasan Gajah Mada dimanfaatkan untuk berbagai event kebudayaan,seperti menggelar Festival Imlek dan juga jadi lokasi Denpasar Festival setiap tahunnya. [*]