Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Problem Sampah Ruwet, Sekolah Diminta Aktif, Tim Kementerian LHK: Jangan Hanya Kejar Akreditasi Adiwiyata

Ni Kadek Novi Febriani • Sabtu, 18 November 2023 | 20:05 WIB
INGATKAN KEPEDULIAN : Tim Kementerian LHK, Windarti, berharap sekolah di Bali  bergerak ikut penanganan permasalahan sampah  mengurangi volume sampah di TPA. [ni kadek novi febriani/radar bali]
INGATKAN KEPEDULIAN : Tim Kementerian LHK, Windarti, berharap sekolah di Bali bergerak ikut penanganan permasalahan sampah mengurangi volume sampah di TPA. [ni kadek novi febriani/radar bali]

DENPASARRadar Bali.id-  Permasalahan sampah menjadi tanggung jawab semua pihak, khususnya lembaga sekolah. Sehingga diharapkan sekolah juga melakukan gerakan ramah lingkungan  dan ikut menekan jumlah sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Terlebih TPA sudah overload dan juga ada yang  kena musibah kebakaran. Khususnya  di Kota Denpasar penanganan sampah belum optimal. Bahkan, Tempat Penampungan Sementara (TPS) seringkali meluber karena kendala pengangkutan sampah. 

 Baca Juga: Bertemu Dubes Perancis, Pj. Gubernur Bali Minta Bantuan Penanganan Sampah dan Sosialiasi Pungutan Wisman

Tim Adiwiyata dari Pusat Pengembangan Akreditasi  Lingkungan dan Kehutanan BP2SDM  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (KLHK) Windarti saat ditemui kemarin di SMAN 3 Denpasar,  meminta sekolah untuk melakukan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah (PBLHS). Ia meminta bukan penghargaan Adiwiyata  saja yang dicari, tapi gerakan yang konsisten. 

Berdasar Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 52 tahun 2019 tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan NOMOR 53 tentang Penghargaan Adiwiyata, Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang berhasil melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah selanjutnya disebut Gerakan PBLHS. Gerakan PBLHS  adalah aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup.

Penilaian  sekolah adiwiyata  terdapat tiga komponen, yakni  perencanaan Gerakan PBLHS; pelaksanaan Gerakan PBLHS; dan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Gerakan PBLHS. 

 Windarti berharap sekolah-sekolah di Bali juga bisa melakukan gerakan PBHLS dibantu oleh berbagai elemen termasuk dunia usaha sehingga juga bisa bisa memenuhi kriteria sebagai sekolah  adiwiyata. 

 "Semua elemen atau dunia usaha  mendorong sekolah untuk melakukan gerakan peduli dan  berbudaya lingkungan hidup di sekolah. Itu yang dikejar bukan penghargaan dikejar karena itu apresiasi dan bonus, setelah melakukan gerakan mendapatkan apresiasi dan bonus menjadi Sekolah Adiwiyata yang dilakukan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah,” tandasnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#sekolah #sampah