DENPASAR, radarbali.id - Pasca penyerangan dan kekerasan terhadap Petugas Satpol PP yang dilakukan oknum orang yang tidak dikenal setelah melakukan penertiban di Jalan Danau Tempe pada Minggu (26/11) subuh lalu, Satpol PP Kota Denpasar, bersama tim gabungan terdiri dari Pecalang, kepolisian dan TNI turun kembali melalukan penertiban di Jalan Danau Tempe, Sanur Kauh, Jumat (1/12) malam. Hasilnya nihil. Tempat yang disasar mendadak sepi, gelap tutup.
Petugas menyusuri setiap gang yang ada kafe-kafe atau warung kopi yang diduga jadi tempat prostitusi gelap. Petugas menggedor-gedor satu per satu tidak ada yang keluar. Ada satu warung kopi yang tidak terkunci dan dicek ke dalam sepi.
Banyak pihak meyakini pemiliki tersebut kabur. Ada satu orang laki-laki keluar dari sebuah kafe ketika diminta identitas ia mengaku tidak bawa KTP.
Sementara, tempat pertama yang dituju di kafe tersebut juga nihil temuan meski ada orang tapi mereka mengantongi KTP.
Kasatpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Bawa Nendra menyatakan alasan kembali mendatangi kafe-kafe di Jalan Danau Tempe, karena ingin menuntaskan penertiban yang dilakukan pada Sabtu malam (25/11) lalu. Kali ini Satpol PP tidak sendirian tetapi mengajak tim gabungan.
"Saat ini masih kosong mungkin akan dijadwalkan lagi. Lebih silent lagi tidak terbuka seperti sekarang ini," ujarnya
Baca Juga: Markas Satpol PP Denpasar Diserang Gerombolan dan Culik 33 PSK, Begini Tanggapan Walikota
Disinggung apakah ada indikasi bocor? Bawa Nendra kemungkinan itu terjadi karena informasi banyak orang yang tahu sehingga hasilnya nihil. Pihaknya mengaku baru tahu ada prostitusi yang berkedok kafe-kafe ini.
Itu pun karena ada aduan dari masyarakat Sanur Kauh yang mengadu terganggu karena kebisingan yang ditimbulkan pada Oktober lalu.
"Karena Oktober kami fokus TPA maka penertiban bisa dilakukan November. Karena kami baru tahu. Kami akan data dulu (jumlah kafe,red)," jelasnya.
Setelah dari Jalan Danau Tempe, tim gabungan juga melakukan sidak di Padang Galak.***