Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Harga Cabai di Kota Denpasar Terus Merangkak Naik, Ini yang Dilakukan Pemkot Denpasar

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 8 Desember 2023 | 21:05 WIB
Harga cabai di Kota Denpasar terus meningkat naik.
Harga cabai di Kota Denpasar terus meningkat naik.

DENPASAR - Harga bahan pokok menjelang akhir tahun membuat Inspektur Pemerintah Kota Denpasar turun ke pasar Kreneng dan Badung  meninjau langsung ke pedagang-pedagang, Jumat  (8/12) pagi. Harga cabai rawit yang paling meroket sehingga membuat pembeli kerap kaget, menyentuh Rp 80 ribu per Kg. Bahkan, jenis cabai Bali mencapai Rp 90 ribu. Kehadiran Inspektorat  bertujuan untuk pengendalian inflasi yang meningkat menjelang akhir tahun.  

Inspektur Kota Denpasar, Putu Naning Djayaningsih  menyatakan,  kewajiban Inspektorat sebagai tim pengendalian inflasi daerah (TPID) melakukan pengawasan kebutuhan pokok karena tugas bukan suatu yang baru. Hasil pantauan menurutnya  kenaikan harga tidak terlalu signifikan dan juga ada perbandingan harga antara pasar.  

"Ini ada tim terpadu turun. Hasil konfirmasi bicara dengan dagang dan perumda akan jadi evaluasi untuk menentukan kebijakan kedepannya dalam rangka mengendalikan inflasi. Harus ada strategi yang khusus menjelang Nataru supaya tidak terlalu berdampak dengan perubahan harga," jelasnya.  

Rata-rata di semua pasar harga bahan pokok meroket. Dikatakan kenaikan harga kemungkinan  disebabkan dari distributor, sisi transportasi atau dari cara mendapatkannya. "Masalahnya sama, kami melihat nanti bagaimana kebijakannya bisa diterapkan bersama-sama di sekian pasar," katanya.  

Sementara itu, Direktur Perumda Pasar Sewakadharma Kota Denpasar IB Kompyang Wiranata mengatakan yang dilakukan pengendalian harga pasar dengan operasi pasar. Menurutnya, harga melambung tinggi tidak bisa dihindari menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). "Artinya bahwa kami tetap melakukan operasi pasar menjelang Nataru ada kenaikan sedikit," jelanya.  

Harga cabai sejak meningkat terjadi  sebulan lalu  pihaknya akan menekan bagaimana harga cabai tidak sampai mendekati harga Rp 100 ribu. Supaya harga sembako tidak melonjak naik, Perumda Pasar yang akan menyediakan barang-barang untuk mengintervensi. Namun, Gus Kowi-sapaannya- mengaku tidak bisa terus melakukan penurunan harga karena perlu subsidi juga. Menurutnya kenaikan rutin terjadi seperti  tahun lalu harga cabai juga mengalami kenaikkan. 

Pemerintah Kota Denpasar juga sudah bekerja sama dengan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur untuk mendapatkan komoditi bahan pokok. "Sementara sekarang karena kelangkaan cabai menyebabkan harga naik. Kami lihat nanti sampai Rp 100 ribu akan dilakukan intervensi," tegasnya.  

Wawancara dengan salah satu pedagang bernama Surya di Pasar Badung, mengatakan, dampak harga cabai tinggi sehingga permintaan berkurang. Pembeli tidak berani membeli banyak karena harga yang mencekik. Seperti ada yang biasanya beli Sekilo berkurang, sekarang hanya bisa beli setengahnya. "Cabai merah Rp 75 ribu, cabai keriting Rp 75 ribu. Bawang sudah Rp 30 ribu. Cabai bontok bisa Rp 90 ribu tidak kuat di sini jual," terang Surya.  

Surya mengungkapkan sering melihat ekspresi  pembeli yang kaget dengan harga cabai. Harga merangkak sejak dua bulan lalu dan kemungkinan akan melonjak lagi. "Kayak  gimana ada yang belanja spot jantung dia, dari sebelumnya cabai Rp 70 ribu sekarang Rp 80 ribu langsung. Biasanya yang beli banyak sekarang beli dikit. Bawang juga begitu," tuturnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#bahan pokok #nataru #pemkot denpasar #harga cabai naik