DENPASAR,radarbali.id - Perhelatan Denpasar Festival (Denfest) ke-16 telah berakhir (25/12). Hari terakhir Denfest diguyur dengan hujan deras disertai petir siang kemarin yang sempat membuat pengunjung dan pedagang bingung dan basah kuyup.
Beberapa barang-barang jualan mereka juga basah. Karena hujan yang deras disambut dengan sorakan. Syukurnya hujan deras tidak terlalu lama. Kendati demikian, kondisi lapangan becek yang merupakan tempat berjualan para UMKM makanan di bagian timur yaitu Lapangan Puputan.
Adi Wiguna menjelaskan, dalam sehari pihaknya menyediakan 4 truk sampah di empat titik kawasan Denfest.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan 4 motor cikar untuk membawa sampah ke truk. Untuk satu truk sampah tersebut berkapasitas 4 ton.
"Empat truk penuh. Jadi ada 12 ton sampah yang dihasilkan setiap hari," kata Adi Wiguna kemarin (25/12).
Selama empat hari ini Denfest menyumbang 48 ton sampah. Jenis sampah paling banyak dihasilkan dari bungkus kertas makanan, botol plastik dan sisa-sisa makanan pengunjung.
Terkait sampah plastik, ia mengaku kesulitan melakukan pengolahan terhadap kantung dan sampah plastik kemasan.
Sejatinya dalam Denfest ini sudah ditegaskan dilarang menggunakan kantong plastik atau kresek bagi peserta Denfest baik dari UMKM kuliner maupun kriya dan fashion.
Larangan penggunaan kantong plastik sudah ditegaskan dalam Peraturan Walikota Denpasar Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Pihaknya akan terus mengawasi stand Denfest.
"Jika ketahuan menggunakan kresek kami koordinasikan dengan Dinas Pariwisata agar tahun berikutnya keikutsertaannya dipertimbangkan," tegasnya.***