Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

BTID Ajak Siswa SDN 2 Serangan ke Abode Gallery, Kenalkan Budaya dan Dongeng Bali

I Wayan Widyantara • Selasa, 13 Februari 2024 | 03:09 WIB
UNJUK BAKAT: Siswa SDN 2 Serangan menunjukan bakat seni di Gallery Museum, Kura Kura Bali, Denpasar, Senin pagi (12/2/2024). (I Wayan Widyantara/Radar Bali)
UNJUK BAKAT: Siswa SDN 2 Serangan menunjukan bakat seni di Gallery Museum, Kura Kura Bali, Denpasar, Senin pagi (12/2/2024). (I Wayan Widyantara/Radar Bali)

SERANGAN, radarbali.id– Dalam rangkaian Bulan Bahasa Bali yang dimulai dari 1 Februari – 2 Maret 2024, pihak Bali Turtle Island Development (BTID) mengajak anak-anak dari SDN 2 Serangan untuk berkunjung ke Abode Gallery Museum di Kura Kura Bali yang berlokasi di Pulau Serangan, Denpasar Selatan, pada Senin pagi (12/2/2024).

Zefri Alfaruqi selaku Deputy Head Communications BTID menyebut, selain sebagai rangkaian dari Bulan Bahasa Bali, tujuan dari acacara ini adalah untuk mengenalkan sejarah dan budaya Bali itu sendiri. Sehingga, cerita-cerita Bali tetap bisa dilestarikan. Salah satunya melalui dongeng-dongeng rakyat Bali.

“Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari dongeng-dongeng tersebut. Sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan oleh adik-adik di SDN 2 Serangan,” ujarnya, saat ditemui Jawa Pos Radar Bali di sela-sela acara dan pertunjukan pentas seni dari anak-anak dari SDN 2 Serangan tersebut.

Diketahui, sebelum anak-anak belajar satwa (cerita) Bahasa Bali dan belajar dongen Bahasa Indonesia oleh salah satu seniman Bali, Made Taro yang diundang oleh pihak BTID, serta diajak berkeliling Abode Gallery, anak-anak SDN 2 Serangan juga diberikan waktu untuk unjuk bakat seni.

Seperti halnya dengan menggelar Tari Pendet, Tari Katak Dongkang, Tari Sledet Pong, Tari Wonderland. Tari Janger Nusantara, Mesatwa, Drama, Tari Kreasi Kecak dan Tari Puspanjali.

Namun disampaikan oleh Zefri jika kegiatan ini bukan pertama kalinya digelar. Pada November tahun lalu, kegiatan yang serupa namun bukan dalam rangkaian Bulan Bahasa Bali juga pernah dilakukan.

“Kami harapkan tidak hanya di bulan bahasa tetapi juga digelar secara bersinambungan dan diharapkan nantinya tidak hanya dari Serangan, tetapi juga bisa di daerah lain yang datang ke sini, seperti dari Denpasar dan seluruh Bali bisa berkunjung ke Abode Gallery ini,” ujarnya.

Mengapa acara ini begitu penting? “Bali banyak kedatangan turis dan dengan acara seperti ini, budaya Bali tidak hilang atau tergantikan oleh budaya yang datang dari luar. Makanya sejak usia dini kami undang dari adik-adik SD untuk diperkenalkan baik budaya Bali, cerita Bali,” jawabnya. 

Zefri juga berharap agenda yang telah dilakukan ini mendapatkan dukungan dari pemerintah. Bahkan tak segan Ia mengaku juga ingin bekerjasama dengan pemerintah.

“Sehingga kami bisa bikin yang lebih mumpuni dan bisa memberikan effect yang lebih besar lagi. Kami harapkan pemerintah juga bisa mendukung program-program seperti ini,” harapnya.

Sementara itu, I Ketut Merta selaku Kepala Sekola di SDN 2 Serangan menyebut ada sebanyak 319 anak didiknya dan 18 guru yang ia Pimpin hadir dalam acara ini.

Ia pun mengucapkan terima kasih karena telah diberikan kesempatan kepada anak-anak didiknya untuk mengunjungi Abode Galery.

“Kami juga bisa perform untuk menunjukan aktualisasinya dalam menunjukan bakat sehingga ada penyalurkan untuk mengembangkan bakat anak-anak kami.

Saya berahrap pihak BITD bisa terus mensupport sekolah kami, baik dalam bidang seni dan bidang yang lainnya,” tuturnya.

Bagi Merta, kegiatan seperti ini penting untuk mendekatkan anak-anak didiknya dengan kawasan BTID karena sekolah mereka berada disampingnya.

“Selain itu anak-anak juga perlu belajar dari para pengurus BTID karena memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup sehingga bisa membuka pengetahuannya untuk anak-anak bisa maju dikemudian hari,” pungkasnya. (ara)

Editor : Rosihan Anwar
#Kura-Kura Bali #pulau serangan #Bali Turtle Island Development BTID #btid #CSR (corporate social responsibility)