Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kesanga Festival 2024: Saksikan 12 Ogoh-Ogoh Finalis, Masyarakat Denpasar tetap Padati Catur Muka Meski Hujan

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Sabtu, 2 Maret 2024 | 04:50 WIB
FINALIS: Festival Kasanga- Penampilan salah satu peserta di kompleks Patung catur Muka Denpasar (1/3/2024).
FINALIS: Festival Kasanga- Penampilan salah satu peserta di kompleks Patung catur Muka Denpasar (1/3/2024).
DENPASAR, radarbali.id - Ribuan warga kota memadati Kawasan Catur Muka Denpasar untuk menyaksikan parade 12 ogoh-ogoh peraih nominasi se-Kota Denpasar, kemarin (1/3/2024). Ogoh-ogoh tersebut diarak mengitari Patung Catur Muka dalam rangka Kesanga Festival 2024.
 
Adapun rangkaian Pembukaan Kesanga Festival 2024 dimulai dengan penampilan inagurasi bersama dengan penampilan Naluri Manca. Penari menampilkan Bala Ngerebeg yang diartikan sebagai Pasukan Penolak Bala serta simbolisasi semangat generasi muda dalam perjuangan menjaga keberlangsungan budaya.
 
Dilanjutkan dengan parade ogoh-ogoh yang langsung disambut dengan riuhnya penonton. Meskipun sempat diguyur hujan, warga tetap menyaksikan parade dengan tertib. Bahkan sebagian besar warga duduk di jalanan agar semua orang bisa menyaksikan parade.
 
Baca Juga: Hindari Perselisihan, Polda Bali Imbau Sambut Nyepi Tanpa Miras dan Petasan
 
Parade dimulai dengan penampilan dari ogoh-ogoh mini. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan dari kedua belas ogoh-ogoh.
 
Untuk diketahui, parade finalis di Kecamatan Denpasar Utara yakni ST. Cantika, Banjar Sedana Mertha Ubung; ST. Werdhi Sesana, Br. Tega, Tonja; dan ST. Eka Pramana, Br. Merta Rauh, Desa Dangin Puri Kangin. Di Kecamatan Denpasar Timur terdiri dari ST. Shanti Yowana, Br. Yangbatu Kangin, Yangbatu; ST. Yowana Werdhi, Br. Batan Buah, Kesiman; dan ST. Mekar Sari, Br. Kesambi, Kesiman. 
 
Finalis dari Kecamatan Denpasar Selatan yakni ST. Dharma Subiksa, Br. Sasih Panjer; ST. Canti Graha, Br. Tengah Sesetan; dan ST. Sukerela, Br. Kepisah Pedungan. Selanjutnya untuk Kecamatan Denpasar Barat di antaranya ST. Yowana Sawitra, Br. Abiantimbul, Pemecutan Kelod; ST. Wira Dharma, Br. Sumuh, Desa Dauh Puri Kauh; dan ST. Sekar Tirtha, Br. Saptha Bumi, Tegal Harum.
 
Baca Juga: Innalillahi…! Digulung Ombak Saat Hendak Menepi di Pantai Double Six, Yusuf Ditemukan Tewas
 
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengucapkan terima kasih kepada para yowana Denpasar yang telah menyukseskan Kesanga Festival ke-2 ini.
 
"Harapan kami bagaimana kita mengembangkan kreativitas dengan mempertahankan eksistensi budaya sudah terwujud dan bisa kita saksikan bersama," tuturnya. 
 
Meski ada beberapa perubahan-perubahan dari pelaksanaannya, diakuinya anak-anak muda sekaa teruna mengikutinya dengan baik. 
 
Baca Juga: Wujud Sinergi Membangun Bali, Bupati Giri Prasta Acc Hibah Rp 3,7 Miliar untuk Banjar Pesanggaran, Pedungan Densel
 
Hal ini pun akan menjadi bahan evaluasi di dalam pelaksanaan Kasanga Festival ke-3. Ia turut mengapresiasi antusiasme dari masyarakat yang tetap menonton meski diguyur 
 
"Saya melihat masyarakat membludak. Karena kami memang pecah (parade ogoh-ogoh, red). Karena kalau dibiarkan di dalam pelaksanaan pengerupukan, anak-anak tidak dapat menyaksikan ogoh-ogoh terbaik di Kota Denpasar," kata Jaya Negara. 
 
Sehingga nantinya di saat Pengerupukan, masyarakat bisa melaksanakan pengerupukan secara mandiri di desa adatnya masing-masing. 
 
Baca Juga: Pertamina Dukung Pasokan BBM dan Avtur untuk Grand Prix F1 Powerboat di Danau Toba
 
"Makanya saya sangat luar biasa apresiasinya, masyarakat tadi hujan tetap juga menyaksikan terhadap respon dengan pelaksanaan Kasanga Festival ini," sambungnya. 
 
Salah satunya warga asal Probolinggo, Jawa Timur, Nurwiana. Ia bersama enam orang temannya sudah menunggu di kawasan Catur Muka sejak pukul 15.00 WITA.
 
"Oh tidak masalah (diguyur hujan, red), yang penting acaranya jalan. Hujan tidak apa-apa. Tahun lalu lebih deras lagi, tapi tetap aja jalan. Tahun sekarang cuma gerimis, ah kecil," ujarnya.
 
Bahkan ia tak pernah melewatkan parade ogoh-ogoh di Bali sejak 14 tahun lalu, kecuali saat pandemi. Karena ia tak menemukan pagelaran ogoh-ogoh sekeren di Bali.
 
Baca Juga: Sampah Organik Melonjak, Begini Keterangan DLH Buleleng
 
Adapun momen dari Kesanga Fest yang paling ditunggunya yaitu parade ogoh-ogohnya. Terlebih masyarakat yang menonton di tahun ini lebih tertib dan kompak.
 
"Lebih seru deh, penontonnya pada kompak-kompak. Yang di depan berdiri, disuruh duduk, lalu duduk semuanya. Kalau dulu nggak," sambungnya. (
Editor : M.Ridwan
#finalis #Catur Muka #ogoh-ogoh #Kesanga Festival