Astungkara! Diskes Denpasar Catat Penurunan Kasus DBD di Awal Tahun 2024
Ni Made Ari Rismaya Dewi• Selasa, 5 Maret 2024 | 22:27 WIB
MENURUN: Ilustrasi kasus DBD di Kota Denpasar mengalami penurunan di awal tahu 2024 ini.
DENPASAR, radarbali.id - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Denpasar catat penurunan kasus DBD sepanjang awal tahun 2024. Di tahun 2023 lalu, Kepala Diskes Kota Denpasar, Anak Agung Ayu Candrawati ungkap ditemukan 1.332 kasus dengan empat kematian.
Di antaranya di bulan Januari tercatat 296 kasus dan Februari 255 kasus. Sementara di tahun 2024 ini, kasus cenderung menurun yaitu Januari dengan 34 kasus dan Februari 41 kasus.
"Jadi ada penurunan kasus kalau dibandingkan tahun lalu pd bulan yg sama. (Faktor penyebab penurunan, red) saya lihat mungkin faktor cuaca, karena lama musim kering, dan sesekali turun hujan," tuturnya, kemarin (4/3/2024).
Kondisi ini menyebabkan tempat-tempat penampungan air cepat kering. Sehingga tidak sampai menimbulkan genangan.
"Kalau tahun lalu musim hujan dari bulan Desember intesitas sudah cukup tinggi, sehingga banyak timbul genangan air. Akan tetapi intensitas hujan sepertinya lebih meningkat akhir-akhir ini ," sambungnya.
Akibatnya, kasus DBD di bulan Februari cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan kasus di bulan Januari. Kendati demikian, Diskes Denpasar tetap melakukan evaluasi mingguan.
Strategi penanggulangan kasus DBD di Denpasar pun telah dilakukan dengan sosialisasi tentang DBD; kegiatan pemantauan jentik oleh Jumantik; kegiatan gertak Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilakukan oleh Jumantik di setiap Banjar yang ada di Denpasar; Lomba PSN; pelaksanaan fogging fokus; dan fogging massal atau Ultra Low Volume (ULV).
"Kita sudah mulai melaksanakan fogging massal atau ULV di pertengahan Februari, karena minggu ketiga kasus lumayan melonjak tinggi. Tapi minggu keempatnya menurun," jelasnya.
Fogging massal ini akan dilakukan hingga pertengahan bulan Maret di seluruh Kota Denpasar. Rencana fogging massal akan dilaksanakan dua kali dalam setahun, ULV kedua akan dilaksakan bulan September dan sebelum datangnya musim penghujan. Sedangkan fogging fokus dilakukan ketika ada indikasi kasus.
Adapun kecamatan tercatat dengan kasus yang tinggi dan menjadi atensi yakni Denpasar Selatan (Densel) dengan 501 pada tahun 2023. Sementara kelurahan yang cukup tinggi kasusnya di Kota Denpasar yakni Sesetan.
"Tahun 2024 ini sepertinya bergeser ke Desa Sanur Kauh, tetapi masih di wilayah kecamatan Densel kasusnya cukup tinggi. Jadi kalau dilihat dari sebaran kasus, memang Densel yang cukup tinggi jumlah kasus DBD-nya," paparnya.
Hal ini kemungkinan disebabkan karena posisi Densel secara geografi agak rendah. Sehingga kemungkinan tergenang air cukup tinggi. Sedangkan dari incident rate, Densel masih menjadi yang tertinggi dan disusul Kecamatan Denpasar Barat (Denbar) yang jumlah sebaran penduduknya cukup padat.
Faktor lainnya dikarenakan masyarakat yang belum optimal dalam melaksanakan PSN. Dari pemantauan Diskes Denpasar, masih banyak jentik ditemukan di rumah warga yang terjangkit DBD.
Lebih lanjut, Diskes Denpasar selalu mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan PSN secara mandiri. PSN merupakan tindakan yang sangat efektif, efisien, dan termasuk mudah jika dikerjakan bersama-sama. Misalnya dengan menguras bak mandi seminggu sekali agar tidakk ada jentik dan telur-telur nyamuk menempel pada dinding bak mandi. Sekaligus memastikan tidak ada tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan genangan air
"Jadi semua unsur masyarakat terlibat dalam pelaksanaan PSN supaya tidak ada genangan air sebagai tempat perindukan dari nyamuk aedes aegypti ini. Di samping itu sewaktu-waktu dilaksanakan fogging fokus kalau ditemukan adanya kasus lebih dari satu dan saat Pemantauan Epidemilogi (PE) masih temukan adanya jentik," kata Candrawati.