Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pahlawan Lingkungan, Yayasan Kolewa Bagikan 100 Nasi Bungkus Kepada Petugas Kebersihan Tiap Minggu

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Senin, 11 Maret 2024 | 00:14 WIB
 
BERBAGI: Pendiri dan Pembina Yayasan Kolewa, Syta Plantinga memberikan nasi bungkus gratis kepada petugas di lingkungan Desa Dauh Puri Kelod pada Selasa (5/3).
BERBAGI: Pendiri dan Pembina Yayasan Kolewa, Syta Plantinga memberikan nasi bungkus gratis kepada petugas di lingkungan Desa Dauh Puri Kelod pada Selasa (5/3).
 
DENPASAR, radarbali.id - Yayasan Kolewa Harapan Indonesia senantiasa bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, dan kemasyarakatan sejak tahun 2017 silam. Kali ini, Yayasan Kolewa mencetuskan program nasi bungkus gratis yang rutin diselenggarakan tiap minggunya di Desa Dauh Puri Kelod.
 
Pendiri sekaligus Pembina Yayasan Kolewa, Syta Plantinga didampingi Ketua Yayasan Kolewa, Ni Luh Juliani menyampaikan bahwa program nasi bungkus gratis ini merupakan bentuk terima kasih kepada petugas kebersihan.
 
"Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada mereka yang sudah menjaga kebersihan di sini, dengan cara kami memberikan nasi bungkus gratis. Karena kami merasa mereka adalah pahlawan lingkungan," tuturnya.
 
 
Program terbaru ini akan dilaksanakan dua kali dalam seminggu dan berkelanjutan. Penerima bantuan hanya perlu menunjukkan ID member saat pengambilan nasi bungkus.
 
Pihaknya pun sudah berdiskusi dengan Perbekel Desa Dauh Puri Kelod bahwa 100 orang petugas akan dibantu untuk mendapatkan nasi gratis dengan menunjukkan member.
 
Sehingga penggunaan ID member ini juga membantu verifikasi bahwa memang benar mereka adalah penerima manfaatnya.
 
 
Meski baru terfokus di lingkungan Desa Dauh Puri Kelod, diharapkannya program ini bisa meluas dan membantu lebih banyak orang.
 
"Seperti ada warga bukan dari Denpasar yang bekerja sebagai pedagang kaki lima, penjual-penjual tisu. Kami maunya membantu mereka (dengan memberikan, red) nasi bungkus," kata Juliani.
 
Ke depannya, program nasi bungkus gratis akan dikoordinasikan kembali bersama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Denpasar, sekaligus mencari solusi agar anak-anak tersebut tak lagi berjualan tisu atau produk lainnya.
 
 
Hal ini pun mendapatkan apresiasi dari Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara serta dengan Wakil Ketua K3S Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa.
 
Terlebih Yayasan Kolewa telah memberikan banyak bantuan di Kota Denpasar. Di bidang kesehatan, yayasan sudah memberikan bantuan gratis untuk bibir sumbing, celah langit-langit, gusi terbelah, lahir tanpa anus atau atresia ani, luka bakar kontraktur, tumor gusi, dan Spinafida.
 
Kemudian di bidang pendidikan, yayasan yang sudah berdiri sejak tahun 2017 ini telah membantu anak tuli dan gangguan pendengaran dengan menyekolahkan 22 anak dari Denpasar dan Karangasem, hingga terapi bicara dan bahasa isyarat.
 
 
Di bidang kemasyarakatan, telah disalurkan bantuan sembako untuk penerima manfaat, water filter, maupun logistik ketika kejadian bencana. Salah satunya juga distribusi logistik saat kebakaran di TPA Suwung tahun lalu. 
 
"Pelayanan yang diberikan oleh Yayasan Kolewa telah membantu program Pemerintah Kota Denpasar, untuk itu kami ucapkan terima kasih," ujarnya. 
 
Kepala Dinsos Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati turut menyambut baik program-program yang sudah dicanangkan oleh Yayasan Kolewa. Diharapkan kolaborasi lebih lanjut bersama Dinsos Denpasar dapat menangani permasalahan sosial di Denpasar.
 
 
"Sebenarnya Dinsos bersama Yayasan Kolewa maupun yayasan lain sudah berhubunhan erat. Kami tetap monev, jadi yang belum sempat diambil oleh Kolewa bisa kami berikan," paparnya.
 
Seperti halnya jika dari yayasan belum mendapatkan data warga yang belum tertangani maupun belum mampu, Dinsos Denpasar akan membantu mengecek dan mengaktifkan BPJS kesehatannya. Sehingga pihak yayasan bisa memberikan bantuan, misalnya dari segi operasi.
 
"Yang pasti semuanya bisa bersinergi satu sama lain," sambungnya.***
 
 
 
Editor : M.Ridwan
#denpasar #Yayasan Kolewa #bagi nasi bungkus #petugas kebersihan