Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Selasa 12 Maret 2024 Tradisi Omed-omedan Kembali Dihelat, Diharapkan Jadi Daya Tarik Wisatawan

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Selasa, 12 Maret 2024 | 03:36 WIB
SEDOT PERHATIAN: Salah satu keseruan aksi tradisi Omed-omedan Desa Adat Sesetan Denpasar yang biasa digelar setiap sehari usai Nyepi.
SEDOT PERHATIAN: Salah satu keseruan aksi tradisi Omed-omedan Desa Adat Sesetan Denpasar yang biasa digelar setiap sehari usai Nyepi.
DENPASAR,radarbali.id - Tradisi omed-omedan merupakan warisan leluhur yang masih dilestarikan tiap tahunnya di Desa Adat Sesetan Denpasar pada hari pertama setelah Nyepi.
 
Omed-omedan dilakukan dengan ritual saling peluk dan tarik-menarik secara bergantian antara dua kelompok muda-mudi berusia 17 hingga 30 tahun.
 
Untuk diketahui, tradisi Omed-omedan diperkirakan telah berlangsung sejak abad ke-17. Tradisi ini berawal dari masyarakat kerajaan Puri Oka, Denpasar Selatan.
 
Baca Juga: Astaga! Warganet Geram, Ratna Sarumpaet Kelayapan Bawa Mobil Saat Nyepi di Canggu, Begini Dalihnya
 
Adapun pelaksanaannya tahun ini dirangkaikan dalam Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival (SHOOF) 2024, yang tepat berlangsung hari ini (12/3). Ketua Panitia SHOOF 2024, I Gede Sedana ungkap tema yang diambil tahun ini yaitu 'Utsaha Jana Kerthi' dengan dimeriahkan beragam penampilan.
 
"Kami meyakini Omed-omedan ini juga memiliki nilai sakral, sehingga harus terus dilestarikan. Ada beberapa kegiatan juga, yakni penampilan tari-tarian, musik, kuliner dan ada juga pameran dokumenter Omed-omedan," tuturnya. 
 
Rangkaian SHOOF 2024 dan tradisi Omed-omedan ini diharapkannya mampu memberikan warna bagi daya tarik wisata. Sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif di Kota Denpasar.
 
Baca Juga: Klungkung akhirnya Usulkan Perbaikan Jalan ke Pusat, Ini Penyebabnya
 
"Kami berharap dapat menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan menuju ekonomi kreatif, serta meningkatkan kunjungan wisatawan baik lokal maupun asing ke Kota Denpasar," sambungnya. 
 
Festival ini pun mendapatkan apresiasi dari akil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. Menurutnya, tradisi Omed-omedan memiliki daya tarik kebudayaan dan pariwisata.
 
"Tentu penyelenggaraannya harus terus didukung sebagai kekayaan budaya di Kota Denpasar. Pemkot Denpasar memberikan apresiasi pada generasi-generasi muda yang telah ikut melestarikan warisan budaya, seperti tradisi Omed-omedan ini," kata Arya Wibawa.***
Editor : M.Ridwan
#omed-omedan #tradisi #desa adat sesetan #radarbali