DENPASAR, radarbali.id – PT Pegadaian Area Denpasar 2 turut menyemarakkan Festival Ramadhan 2024 dengan serangkaian kegiatan.
Kali ini menggandeng lembaga pendidikan smart Alfa Prima menyantuni 20 anak Yatim dari Yayasan Panti Asuhan Bali Assalam, Jalan Sedap Malam Kesiman Denpasar.
Santunan berupa paket sembako dan uang tunai yang dibagikan secara langsung sebagai wujud berbagi kebahagiaan di bulan suci ramadhan.
Wajah-wajah ceria terpancar dari puluhan anak yatim. Paket sembako diserahkan langsung I Wayan Dharmayasa selaku Deputi PT Pegadaian Area Denpasar 2. Sementara dari pihak Alfa Prima diserahkan oleh Luh Putu Ika Primayanti, selaku pimpinan.
I Wayan Dharmayasa, selaku Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Denpasar 2, di sela-sela penyerahan santunan menjelaskan, Festival Ramadhan dihelat dua pekan mulai 12 – 28 Maret serentak di 61 titik kantor area Pegadaian.
”Namun di Bali karena ada Hari Raya Nyepi, kami start mulai 13 Maret 2024 dengan rangkaian kegiatan, fashion show dan lomba baca Al-Quran kalangan anak-anak, kemudian puncaknya santunan bagi anak yatim ini,” ungkap Dharmayasa (24/3/2024).
Bukan hanya itu. Pegadaian juga mengajak UMKM binaannya menggelar lapak selama Festival Ramadhan berlangsung.
”Termasuk memberikan takjil kepada warga yang tengah menjalankan ibadah puasa,” ungkap Dharmayasa.
Tujuannya kata dia, selain memeriahkan Ramadhan juga mendorong UMKM binaannya tumbuh dan berkembang lebih maju.
Disinggung soal persaingan bisnis pegadaian seiring munculnya banyak gadai swasta hal itu menurutnya, sudah menjadi sebuah keniscayaan dalam kancah bisnis.
”Karena itu Pegadaian selalu membuat inovasi pelayanan terbaik termasuk produk-produk baru saling menguntungkan. Dan, astungkara kepercayaan masyarakat kepada Pegadaian sangat tinggi,” tandasnya.
Ia menyebut, selain gadai barang berharga khususnya emas, ada pula produk cicil emas, investasi emas dan tabungan emas.
Dia menyebut, dari semua produk gadai barang masih mendominasi sebesar 83 persen.
Pihaknya berharap, masyarakat lebih berhati-hati memilih pembiayaan dan investasi. ”Jangan sampai terjebak dalam investasi bodong dan iming-iming yang dapat merugikan, Pegadaian kami kira sejauh ini semakin dipercaya masyarakat,” pungkasnya. ***
Editor : M.Ridwan