Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sebulan Pendalaman Dhamma, Tradisi Sejak 26 Tahun Menyambut Hari Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Sakyamuni

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Minggu, 21 April 2024 | 06:08 WIB
ULANG TAHUN: Sejumlah warga atau umat membersihkan Buddha Rupang
ULANG TAHUN: Sejumlah warga atau umat membersihkan Buddha Rupang
 
DENPASAR,radarbali.id - Ada yang berbeda dari peringatan ulang tahun Vihara atau disebut dengan istilah Mahajata, yang sekaligus diperingati pada satu purnama sebelum Waisak.
 
Di Vihara Buddha Sakyamuni (VBSM), HUT ke-32 diisi dengan kegiatan yang bermakna, yakni Sebulan Pendalaman Dhamma (SPD) mulai (23/4) mendatang. Sekaligus dalam rangka menyambut Hari Tri Suci Waisak.
 
Rangkaian kegiatan menyambut Mahajata sudah dilakukan mulai kemarin (20/4) dengan pembersihan Rupang Buddha dan sarana puja oleh pengurus dan umat di Vihara setempat.
 
"Secara tradisi, kami melakukan bersih-bersih, terutama di tempat altar sang Buddha, dahrmasala Sang Buddha dan di semua lingkungan Vihara Buddha Sakyamuni," kata Pandita Madya (PMY) Drs. Sutikno Gunawan.
 
Baca Juga: Bali United Nyaris Kembali Dipermalukan Tim Degradasi, Bhayangkara FC Lancarkan Perlawanan Sengit
 
Nampak semua umat yang hadir, baik dari majelis, Forum Ibu-ibu Buddhis (FIB), hingga pemuda bergotong royong untuk melakukan kegiatan bersih-bersih di vihara.
 
Dilanjutkan pada hari Selasa (22/4) dengan Abhayadana atau lepas burung dan pembukaan SPD. Selama rangkaian yang juga disebut sebagai sebulan penuh berkah ini.
 
Umat dapat melakukan kebajikan-kebajikan dengan datang ke Vihara untuk mendengarkan Dhamma, berdana, melatih pengendalian dengan berpuasa ala Buddhis, dan menciptakan ketenangan batin melalui latihan meditasi setiap harinya.
 
Baca Juga: Kejutan Quarter Pertama, BUB Ketiban Sial Dikalahkan Prawira Harum Bandung
 
"Kegiatan ini sudah kami lakukan mulai dari 26 tahun yang lalu dan sudah menjadi tradisi bagi kami menyambut sebulan sebelum Tri Suci Waisak," tuturnya.
 
SPD tahun ini akan menghadirkan 19 pembicara yang terdiri dari 17 Bhikku dan dua praktisi awam untuk menyampaikan uraian dhamma tiap malam mulai pukul 19.00 Wita di hari biasa. Khusus di hari Minggu, kegiatan dimulai pada pukul 08.30 WITA.
 
Begitupun FIB yang dilibatkan untuk menyelenggarakan seminar pada hari Sabtu (27/4) mendatang. Kemudian ada juga Kursus Dasar Agama Buddha. Untuk diketahui, SPD secara telah rutin digelar sejak tahun 1998. Ide awal SPD pun diakuinya berawal dari Bali.
 
Baca Juga: Beh! Juru Parkir Curi HP Saat Acara HUT Partai Gerindra di The Meru Sanur
 
"Sekarang sudah bersifat nasional. Cuma di daerah selain Bali mungkin belum bisa sebulan penuh. Ada yang tiga hari sekali, seminggu sekali, bahkan ada yang satu minggu sekali saat bulan purnama atau bulan gelap," jelasnya.
 
Sedangkan di Bali, SPD selalu dilakukan selama satu bulan penuh dan konsisten selama 26 tahun. Sehingga terlaksananya kegiatan ini menjadi suatu kebanggan di Bali.
 
"Di Bali ini memang suasana kondisi semua mendukung sekali, termasuk saudara-saudara kami selain umat Buddha mendukung. Apalagi kami di sini di lingkungan Padang Udayana, sudah seperti saudara semuanya," sambungnya.
 
Baca Juga: Gedor dari Desa Cegah Penularan Kasus Baru HIV/AIDS, Stop Stigma dan Diskriminasi terhadap ODHA
 
Setiap ada kegiatan besar yang memerlukan parkir, Pemerintah Kota (Pemkot) senantiasa meminjamkan Lapangan Kompyang Sujana untuk parkir. Nantinya, umat diantar dengan shuttle bus.
 
Begitupun ketika umat lain mengundang pihak vihara untuk hadir dalam acara, pihaknya akan memenuhi kehadiran. Toleransi yang indah ini sudah berlangsung sejak lama.
 
Menjelang Waisak, VBSM juga menggelar tradisi Pindapatta atau berdana makan kepada Bhikku pada Kamis (9/5) mendatang. Dalam kegiatan ini, sejumlah Bhikku akan berjalan kaki sepanjang Jalan Gunung Agung menuju VBSM untuk menerima persembahan makanan dari umat.
 
 
 
"Saat Pindapatta juga tidak hanya umat Buddha yang ikut. Biasanya umat yang sekitar Jalan Gunung Agung sampai vihara ini, ada dari Hindu, Muslim, mereka ikut. Karena (kegiatannya, red) tidak terbatas. Semua umat, semua makhluk silahkan kesempatan menghaturkan kebajikan," paparnya.
 
Dilanjutkan Pattidana atau persembahan jasa kepada para leluhur pada Minggu (19/5). Setelahnya barulah dilaksanakan puncak peringatan Hari Trisuci Waisak 2568 BE pada Kamis (23/5), dengan tema, 'Memperkokoh Persatuan Dalam Keberagaman.' Peringatan Waisak tahun ini akan diisi dengan puja bakti kemudian meditasi menanti detik-detik Waisak pada pukul 21.52.42 WITA. 
 
Koordinator FIB, Pandita Muda (PMD) Evrilyn turut memaparkan agar melalui serangkaian kegiatan ini, diharapkan persatuan dapat selalu dipupuk dan dibuat menjadi pupuk walaupun kita berbeda-beda.
 
"Kami mengharapkan semua mempunyai visi untuk tidak melihat perbedaan tapi, bersatu untuk selalu bersama," ujarnya.***
Editor : M.Ridwan
#Vihara Buddha Sakyamuni #sebulan pendalaman dhamma #vihara