Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kasus DBD Mencapai 248 Kasus, Pemkot Denpasar Mulai Serius Langsung Rapat Koordinasi Antar Pihak Terkait

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Rabu, 1 Mei 2024 | 16:29 WIB

KASUS MELONJAK: Petugas kian gencar melakukan fogging lingkungan pemukiman penduduk menyusul meningkatnya kasus DBD di Kota Denpasar.
KASUS MELONJAK: Petugas kian gencar melakukan fogging lingkungan pemukiman penduduk menyusul meningkatnya kasus DBD di Kota Denpasar.

DENPASAR,radarbali.id - Selain di tingkat provinsi, Pemerintah Kota Denpasar turut melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).

Termasuk dengan mengadakan Rapat Penanggulangan DBD yang melibatkan perwakilan perangkat desa, lurah, kecamatan, dan puskesmas di Kota Denpasar, kemarin (30/4) di Gedung Santi Graha.

Pasalnya, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana ungkap telah terjadi 248 kasus DBD di sepanjang bulan April 2024.

Baca Juga: Ketua LPD Desa Adat Tamblang Buleleng Didakwa Manipulasi Data hingga Rugikan Negara Rp 1,5 Miliar, Begini Modusnya

"Kita bangun kolaborasi tingkatkan komunikasi, sehingga bisa berjalan bersama dan mengesampingkan ego sektoral. Libatkan seluruh perangkat yang ada di desa kelurahan dalam penanganan DBD," ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ayu Agung Candrawati. Menurutnya, persepsi dalam pencegahan DBD di Kota Denpasar harus disamaratakan.

Jika dibandingkan dengan kasus di Bulan April tahun 2023 dan tahun 2024, terjadi perbedaan yang cukup signifikan. Sehingga perlu beberapa solusi penanggulangan DBD.

Baca Juga: Debut Perdana, Maori Ananda: Laga Tak Terlupakan, Senang Meski Kalah

"Penanggulangan DBD yang dapat dilakukan yakni dengan melakukan sosialisasi tentang DBD melalui radio, media sosial, dan sekolah; kegiatan pemantauan jentik oleh Jumantik; kegiatan gertak PSN oleh Jumantik di setiap banjar," tuturnya.

Begitupun dengan lomba PSN, pelaksanaan fogging fokus, hingga pelaksanaan fogging ULV. (a

Editor : M.Ridwan
#dbd #pemkot denpasar #demam berdarah #radarbali