Labfor Polda Bali Selidiki Penyebab Kontrakan Ludes Pasutri dan Anaknya yang Tewas Terpanggang di Sesetan Denpasar
Andre Sulla• Kamis, 9 Mei 2024 | 15:43 WIB
DI KAMAR MANDI: Pasutri dan anaknya yang ditemukan tewas teroanggang di kamar mandi kos-kosan di Sesetan Denpasar Bali.
DENPASAR, radarbali.id - Tak hanya Tim Identifikasi Polresta Denpasar. Rabu (8/5), Tim Labfor Polda Bali dikerahkan melakukan penyelidikan di Lokasi kebakaran Jalan Dukuh Sari, Gang Banteng, Blok I No. 3, Sesetan, Denpasar Selatan, Senin (6/5) sekitar pukul 23.00.
Tentu untuk mencari tahu penyebab pasti kebakaran yang membuat tiga nyawa melayang, yakni Pasangan Suami Istri (Pasutri), I Made Arisanjaya dan Ni Komang Novi Mertasari, juga anak Putu GADS usia dua tahun.
Untuk diketahui, akses di Gang Banteng, Sesetan, Denpasar Selatan, tampak lumayan ramai warga lalu lelang, baik pejalan kaki, menggunakan sepeda motor hingga kendaraan roda empat.
Pun di kontrakan dan kosan (terbakar) tepatnya Blok I No. 3, terlihat jelas masih terdapat garis polisi, Rabu (8/5) sekitar pukul 13.00. Beberapa warga yang dijumpai seputar kejadian, masih tidak habis pikir dengan musibah yang merenggut nyawa istri dan anak asal Buleleng.
"Almarhum, baik suami atau istri (korban), sering belanja makanan ringan, kopi, gula dan lain sebagainya di warung saya. Sepengetahuan saya. Mereka sopan dan baik," beber lelaki sapaan Mas Ben.
Mas Ben ini pemilik warung tak jauh dari tempat terjadinya kebakaran. Karena itu, pemilik warung bersama istrinya ikut bersedih ketika mengetahui bahwa pasutri dan anaknya ditemukan tewas terbakar.
"Kami berdua (pemilik warung), turut berbelasungkawa," kisah Ben sembari mengatakan, warga sekitar turut sedih.
Terkait beredar kabar, kemungkinan para korban terjebak api, karena tidak bisa keluar lantaran api sudah membesar, mereka memilih masuk ke dalam kamar mandi.
Senada disampaikan pemilik Kontrakan I Ketut Suardana. Meskipun belum terlalu lama tinggal di tempat kejadian perkara (TKP), keluarga yang jadi korban tersebut dikenal memiliki sifat yang baik.
Pasutri tempati kontrakannya diketahui jelas berasal dari Desa Bontihing, Buleleng. Awal mula I Made Arisanjaya dan Ni Komang Novi Mertasari mengisi kontrakan, tentunya berkomunikasi dengan baik.
"Ya, berkepribadian baik dan juga ramah. Keseharian mereka saya tahu, istrinya jualan online, suaminya kerja di Benoa, mereka tinggal kos bertiga di sini sama anak, orangnya baik ramah," tuturnya, Rabu (8/5).
Sementara itu, saksi bernama Mawardi, 25, yang merupakan tetangga yang tinggal di kos sebelah TKP menerangkan ia dan temannya lah yang pertama kali mengetahui kejadian ini.
Waktu itu, dirinya baru pulang dari tempat kerja dan parkir di depan kos, sekitar pukul 22.40. Saat turun dari motor, terdengar suara teriakan perempuan meminta tolong dan anak kecil yang menangis.
Sehingga, pemuda asal Lombok, Nusa Tenggara Barat ini menengok ke arah asal suara dan dia melihat sudah ada api besar di TKP. Ia langsung lari ke arah utara cari bantuan orang lain, sehingga warga mulai berdatangan membuka buka gerbang kontrakan.
"Sayangnya api sudah besar, motor korban sama AC juga sudah terbakar," tegasnya. Namun, ketika warga membuka gerbang kontrakan yang diamuk si jago merah itu, suara teriakan dari korban pun menghilang.
Warga tidak bisa masuk lantaran adanya dua sepeda motor terbakar di sana.
Mawardi menyiram api bersama warga menggunakan alat seadanya pun tidak membuahkan hasil, lantaran api terus saja membesar.
Setelah pemadam kebakaran tiba dan memadamkan api, Mawardi lantas dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. "Saja dijadikan saksi lalu beri keterangan apa adanya. Menyangkut penyebab kebakaran, saya tidak tahu sama sekali," kisahnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Bali Kombespol Jansen Avitus Panjaitan menjelaskan, selain Tim Identifikasi Polresta, Bidang Lab Forensik (Bid Labfor) Polda Bali masih melakukan pemeriksaan mengenai penyebab kebakaran.
"Ya saat ini, Bid Labfor masih lakukan pemeriksaan, kalau sudah ada kepastian menyangkut penyebab kebakaran, segera kami sampaikan ke rekan-rekan media," tutup Juru Bicara (Jubir) Polda Bali.***